Pantai Kampung Pajala Berbenah, Kolaborasi Bersihkan Pesisir Polewali

Avatar photo
Aksi bersih-bersih Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tanjung Silopo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Polewali, Kelurahan Takatidung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Polman, serta elemen masyarakat di pantai Kampung Pajala, Kelurahan Takatidung, Kamis (2/7/2026). (Foto: Asrianto/Masalembo.id)

POLEWALI, MASALEMBO.ID – Demi menangani permasalahan sampah di wilayah pesisir yang kian menumpuk, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tanjung Silopo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengambil langkah nyata. Mereka berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Polewali, Kelurahan Takatidung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Polman, serta elemen masyarakat melakukan bakti sosial membersihkan sampah di pantai Kampung Pajala, Kelurahan Takatidung, Kamis (2/7/2026).

Sejak pagi, petugas bahu-membahu memungut sampah yang berserakan di sepanjang bibir pantai. Sampah tersebut kemudian dipilah untuk penanganan lebih lanjut. Sampah kering seperti ranting dan batang pohon dimusnahkan dengan cara dibakar, sementara sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis dikumpulkan dalam karung untuk dibawa ke bank sampah DLHK agar dapat ditukar dengan nilai rupiah.

Aksi ini dihadiri langsung oleh Kepala UPP Pelabuhan Tanjung Silopo Muhlis, Camat Polewali Nasrullah, Lurah Takatidung M. Albar, serta kepala lingkungan Kampung Pajala. Kehadiran para tokoh ini memberikan suntikan semangat bagi warga sekitar yang terlihat antusias dan aktif membantu petugas.

Baca Juga  Oknum BNI Batalkan KPR di Detik Akhir, Program 3 Juta Rumah Tersendat

Dermawan, salah satu warga setempat, mengaku lega dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya, sampah yang memenuhi pantai seringkali merupakan limbah kiriman akibat arus gelombang laut saat cuaca buruk atau pasang. Namun, tidak jarang pula sampah tersebut sengaja dibuang oleh oknum dari luar kampung.

“Alhamdulillah, adanya kegiatan ini kami sangat terbantu. Ini salah satu bentuk kepedulian kita agar lingkungan sekitar bisa terjaga dengan baik. Awalnya pantai ini bersih, tapi lambat laun menjadi kotor, karena biasa ada orang dari luar kampung pak bawa karung dan dibuang kelaut,” katanya.

Baca Juga  Sulbar Masuk 5 Besar Provinsi dengan Pengangguran Terendah

Senada dengan warga, Lurah Takatidung M Albar menekankan pentingnya keberlanjutan aksi ini. Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan sekali, melainkan dijadwalkan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat semakin tumbuh.

“Semoga kedepan ini bisa terus dilakukan, agar ada kesadaran dari masyarakat dan warga bisa merasakan kehidupan yang nyaman dilingkungan yang bersih,” katanya.

Albar juga mengatakan, Pemerintah Kelurahan Takatidung tidak henti-hentinya memberikan edukasi, baik melalui rumah ibadah saat salat Jumat, kunjungan door-to-door, maupun media sosial. “Kalau sisa makanan atau sayuran kan bisa dijadikan pakan dan dibuatkan lubang galian untuk jadi pupuk kompos. Kalau sampah plastiknya kan ada nialia ekonomis, bisa ditukar di bank sampah dan mejnadi uang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPP Pelabuhan Tanjung Silopo Muhlis menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bentuk komitmen dukungan terhadap pemerintah daerah dalam menangani persoalan krusial sampah.

Baca Juga  Wagub akan Umumkan Nama-nama yang Masih Kuasai Randis Milik Pemprov Sulbar

“Polman ini kan memang menjadi krusial soal sampah, jadi kami ikut membantu pemerintah daerah dalam menangani,” katanya.

Sebagai informasi, aksi bersih pantai ini telah rutin dilakukan sejak tahun 2024. Muhlis mengingatkan bahwa hampir 60 persen masyarakat pesisir Takatidung adalah nelayan. Sampah di laut bukan hanya masalah estetika, melainkan ancaman bagi ekosistem, habitat ikan, dan keberlangsungan ekonomi nelayan.

“Kalau laut kita kotor otomatis ekosistem juga tercemar, pasti hasil tangkapan nelayan kita berkurang. Kami lakukan ini bagaimana caranya agar lingkungan sekitar kota tetap bersih dan terjaga. Semoga setelah dibersihkan, pesisir pantai ini sudah tidak kotor lagi kembali,” harapnya. (Ant/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *