Sambut HUT RI, Komunitas Laut Biru Bersihkan Sampah di Pantai Bahari

Avatar photo
Founder Komunitas Laut Biru Putra Ardiansyah saat bersih-bersih pantai Bahari Polewali, Sabtu 15 Agustus 2026. (ASRIANTO/masalembo.id)

POLEWALI, MASALEMBO.ID– menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 81, Komunitas Laut Biru melakukan aksi bersih pantai Bahari kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat, Sabtu (15/8/2026).

Dalam kegiatan ini, Komunitas Laut Biru berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), pemerintah kelurahan, pelajar, berbagai pihak komunitas lainnya bahkan warga negara asing (WNA) dari negara Amerika Serikat.

Peserta yang terlibat langsung membersihkan pantai Bahari dengan cara memungut sampah di sepanjang pesisir.

Selain di daratan, aktivis juga membersihkan sampah yang berada di dalam laut. Mereka menyelam kedasar laut untuk mengambil sampah yang berada di dalam air.

Umumnya sampah yang ini merupakan sampah plastik seperti gelas minuman, sedotan, karung, kantongan, dan sebagian lainnya merupakan sampah rumah tangga.

Sampah ini lalu dimasukkan kedalam karung dan wadah lalu dikumpulkan, kemudian diolah lagi sesuai jenisnya dan ditimbang lalu dibawa ke bank sampah Sipamandaq DLHK Polman, sementara sampah residu diangkut menggunakan mobil sampah untuk dibawa ke TPST Paku.

Baca Juga  Kuasa Hukum PT CIAM Bantah Ada Seruan Penghentian Tambang dari Wakil Bupati Majene

Salah satu warga sekitar mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Warga berharap agar pihak terkait menyediakan tong atau tempat sampah di pinggir jalan agar sampah masyarakat tidak dibuang sembarangan.

“Bagus kalau ada tempat sampah disediakan disepanjang jalan pantai bahari, supaya kita buang sampahnya di situ,” katanya.

Kepal Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Poman Syarifuddin Wahab juga mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengatakan sisi negatif dari sampah mencerminkan lingkungan sekitar, juga berdampak terhadap ekosistem dan habitat laut.

“Alhamdulillah pantai sudah bersih, semoga kedepan tidak ada lagi sampah yang berserakan di sini,” katanya.

Syarifuddin mengimbau masyarakat sekitar dan pedagang UMKM di pantai Bahari agar tidak lagi membuang sampah sembarangan sehingga lingkungan sekitar bisa tetap terjaga kebersihannya.

Baca Juga  Inovasi SiKapal Dilirik Pemkab Gresik untuk Tingkatkan Keselamatan Nelayan

“Karena pantai Bahari ini merupakan salah satu ikon kota, mari kita jaga kebersihannya,” pesannya.

Sementara itu Ketua Panitia Kegiatan sekaligus Founder Laut Biru Muhammad Putra Ardiansyah mengatakan, kegiatan ini rutin mereka lakukan dalam sembilan tahun terakhir. “Sudah sekitar 50 ton sampah yang kami bersihkan sejak kami gelar kegiatan dari sembilan tahu lalu,” katanya.

Putra menjelaskan, alasan memilih membersihkan Pantai Bahari karena menjadi pusat perhatian masyarakat ketika mereka berkunjung ke Polman.

Menurut Putra, 80 persen sampah di pantai Bahari berada dibawah laut. Memang secara kasat mata, sampah yang banyak ini tidak terlihat di daratan nanun ketika menyelam kebawah laut justru banyak tumpukan sampah yang tidak terlihat langsung oleh mata kita.

“Memang kalau dilihat secara langsung daratan pesisir pantai ini bersih, karena mungkin ada orang yang membersihkan, tetapi di bawah dasar lautnya itu banyak sekali sampah yang tidak terlihat,” ungkapnya.

Baca Juga  Cegah Kekerasan Berbasis Gender, Kartini Manakarra Dorong Kolaborasi Lintas Sektor di Majene

Putra mengimbau kepada masyarakat sekitar agar tidak lagi membuang sampah di laut. Ia juga berharap kepada pihak terkait dalam hal ini DLHK Polman menyediakan fasilitas dasar yakni tong atau tempat sampah di sekitar pantai bahari karena disini merupakan titik kumpul dan area wisata dan perkampungan pesisir.

Dalam kegiatan ini, komunitas laut biru juga memberikan edukasi atau pemahaman dasar kepada para peserta yang merupakan pelajar dari tingkatan SD, SMP dan SMA tentang bahayanya sampah plastik terhadap dampak lingkungan.

Pelajar juga diberikan pemahaman tentang bagaimana cara memilah sampah yang baik, dan mana sampah yang bernilai ekonomis untuk bisa dijual ke bank sampah.

“Mereka tidak pernah melihat langsung keadaanya di laut sehingga pada moment hari ini kami memberikan edukasi tentang bahaya sampah plastik,” pungkasnya.(Ant/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *