POLEWALI, MASALEMBO.ID – Ratusan warga di Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berbondong-bondong menyambut kedatangan mobil tangki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang membawa bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian mereka di tengah krisis kemarau.
Antusiasme warga terlihat jelas saat dua unit mobil tangki berkapasitas total 8.000 liter tiba di Dusun Parabaya dan Dusun Belulu. Berbekal berbagai wadah penampungan seperti galon, ember, hingga baskom, warga beramai-ramai mendatangi lokasi penyaluran demi mengamankan pasokan air bersih.
Pitajaya, salah seorang warga setempat, mengaku sangat lega dan bersyukur dengan hadirnya pasokan air ini. Pasalnya, selama musim kemarau melanda, ia dan warga lainnya terpaksa menempuh perjalanan cukup jauh ke desa tetangga hanya untuk mendapatkan air.
“Biasa ambil air di Kampung Ancole yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah. Biasa naik motor atau jalan kaki ke sana,” tutur Pitajaya saat ditemui, Jumat (14/8/2026)
Air yang diperoleh warga tersebut ditampung untuk menopang kebutuhan vital rumah tangga, seperti memasak, minum, serta sanitasi selama beberapa hari ke depan.
Kepala Dusun Belulu, Takwim, membenarkan bahwa warganya mengalami kesulitan hebat dalam mengakses air bersih sepanjang kemarau ini. Menurutnya, sumber-sumber air yang ada di pemukiman warga sudah tak lagi berfungsi.
“Biasa warga kami pergi mencari air di sumur warga lain. Tapi sekarang susah karena sumur juga sudah banyak kering,” terang Takwim.
Takwim menambahkan, kendati jaringan pipa PDAM sebenarnya sudah terpasang di wilayah mereka, airnya tidak pernah mengalir. Sementara itu, sumur galian milik warga sebagian besar telah mengering. Kalaupun masih mengeluarkan air, kondisinya keruh dan berasa asin sehingga tidak layak konsumsi. Alhasil, warga kerap merogoh kocek untuk membeli air isi ulang di depot galon demi menyambung hidup.
Merespons kondisi tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Polewali Mandar, Andi Chandra Sigit, menegaskan bahwa distribusi air bersih ini merupakan wujud kepedulian dan respons cepat pemerintah daerah dalam menangani krisis air di wilayah terdampak.
Melihat kebutuhan warga di lapangan yang masih sangat tinggi, BPBD Polman berkomitmen untuk terus menambah armada pengiriman.
“Kami akan kembali distribusi lagi satu tangki karena masih ada warga yang belum dapat,” kata Andi Chandra.
Lebih lanjut, Chandra mengungkapkan bahwa ancaman krisis air bersih saat ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Mapilli, tetapi juga meluas ke sejumlah wilayah lain di Polewali Mandar, seperti Kecamatan Campalagian, Binuang, Balanipa, dan Tinambung.
Namun demikian, hingga saat ini baru Desa Buku yang secara resmi mengajukan surat permohonan bantuan ke pihak BPBD. Ia pun mengimbau masyarakat di desa-desa lain yang membutuhkan pasokan air gratis agar segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.
“Nanti pak desanya yang menyurat kepada kami, dan insya Allah pasti kami akan tindaklanjuti permintaannya,” pungkasnya. (ant/har)












