Berita  

Bangun Kerja Sama Internasional, Sulbar Serahkan Panduan Investasi ke Kedutaan Bahrain

Avatar photo
Badan Penghubung Sulbar di Jakarta saat bertemu pihak Kedutaan Bahrain. (Foto: Kominfo Sulbar)

JAKARTA, MASALEMBO.ID – Bahrain Indonesia Business and Friendship Society baru saja menggelar acara Bahrain, Pearl of the Middle East yang bertempat di Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin, Taman Ismail Marzuki, pada Minggu, 12 Oktober 2024.

Acara ini mengundang sejumlah provinsi di Indonesia, dan salah satu yang mendapatkan perhatian khusus dari Kedutaan Bahrain adalah Provinsi Sulawesi Barat.

Baca Juga  Wagub Bertemu Investor, Majene-Polman Dipilih Jadi Fokus Awal Kemitraan Kelapa Dalam

Hadir mewakili Penjabat (PJ) Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, adalah Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma Mutiara Maryani, yang didampingi oleh Kasubid Promosi Data dan Informasi, Nurul Farasmy.

Usai mendengar paparan dari perwakilan Sulbar, Kedutaan Bahrain pun menyatakan minat untuk mengunjungi Sulawesi Barat.

“Beliau sangat terkesan dengan penyampaian dari Sulawesi Barat, dan berkeinginan untuk langsung berkunjung ke Sulawesi Barat,” jelas Kepala Badan Penghubung Sulbar, Gemilang.

Baca Juga  Pemkab Sleman Melakukan Studi Komparasi di Kabupaten Sumenep

Selain itu, Kepala Badan Penghubung Sulbar juga menyerahkan Panduan Investasi atau Investment Guide Book 2024 dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Barat, dengan harapan mendapatkan respon positif dari Kedutaan Bahrain.

“Kami juga menyerahkan Investment Guide Book 2024, semoga segera mendapat respon yang cepat,” tutup Gemilang.

Baca Juga  Pemprov Sulbar Luncurkan Aplikasi E-Layanan Bebas Temuan untuk Meningkatkan Kinerja ASN

Ia menambahkan, salah satu peluang investasi yang bisa dijajaki melalui Kedutaan Bahrain adalah sektor pendidikan, khususnya untuk program S2 dan S3, termasuk bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka meningkatkan kompetensi mereka.

“Jangan sampai masyarakatnya sudah maju pendidikannya, tetapi aparaturnya tertinggal. Sebagai pelayan masyarakat, aparat harus terus meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknologi terbaru,” ungkapnya. (Ril/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *