Kebakaran Lahan Pegunungan Lalattedong Majene, Petugas DAMKAR Padamkan Api Hingga Dini Hari

Avatar photo
Kobaran api melahap lahan dan alang-alang di kawasan pegunungan Dusun Lalattedong, Desa Lalattedong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Senin (17/8/2026) malam. (Foto: DAMKAR Majene)

MAJENE, MASALEMBO.ID – Kebakaran lahan dan alang-alang melanda kawasan pegunungan di Dusun Lalattedong, Desa Lalattedong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Senin (17/8/2026) malam.

Insiden tersebut diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembakaran di sekitar lokasi yang lepas kendali hingga dengan cepat meluas ke area perbukitan sekitarnya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Majene, Andi Iwan Wahab, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim gabungan begitu menerima informasi awal dari warga setempat.

Baca Juga  Pria Ini Dilarikan ke RS Wonomulyo Usai Kena Lemparan Kayu di Jalanan oleh OTK

Armada pertama bergerak dari pos pemadam pada pukul 20.00 WITA dan tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sepuluh menit kemudian untuk melancarkan aksi penyiraman.

“Begitu laporan dari masyarakat masuk, kami langsung menggerakkan armada ke TKP. Fokus utama petugas di lapangan saat tiba pukul 20.10 WITA adalah melokalisir pergerakan api agar tidak semakin meluas ke area pegunungan lainnya,” ujar Andi Iwan Wahab dalam laporan resminya, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga  Ketua STAI DDI Majene Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari Akademisi Internasional

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Pusdatin Damkar dan BPBD Kabupaten Majene menerjunkan 17 personel gabungan dari Regu 02. Tim utama mengerahkan satu unit mobil supply di bawah pimpinan Komandan Regu M. Ahyadi, yang diperkuat bantuan armada tambahan dari Damkar Majene di bawah komando Asjan.

Proses pemadaman yang dilanjutkan dengan pendinginan area memakan waktu hingga sembilan jam. Seluruh rangkaian penanganan baru selesai pada Selasa (18/8/2026) pukul 05.00 WITA, sebelum akhirnya seluruh personel dan armada kembali tiba di pos markas pada pukul 05.10 WITA.

Baca Juga  Target PAD Sektor Pariwisata di Kabupaten Sumenep Tahun 2025 Sebesar Rp 1,1 Milliar

“Penanganan dan pendinginan berlangsung hingga pukul 05.00 WITA untuk memastikan tidak ada sisa bara atau titik api tersembunyi. Saat ini situasi di lokasi berstatus Kuning atau Siaga. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membakar lahan sembarangan,” tegas Andi Iwan Wahab. (har/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *