Perubahan Cuaca, BMKG Peringatkan Warga Sumenep

Avatar photo
Kepala BMKG Sumenep, Ari Widjajanto (Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Warga Kabupaten Sumenep diminta tidak mengabaikan perubahan cuaca yang berpotensi terjadi secara cepat pada awal Oktober 2026. Kondisi atmosfer yang dinamis membuat masyarakat perlu lebih cermat membaca perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas, terutama di luar ruangan dan kawasan pesisir.

Pada Senin (05/10/2026), sebagian wilayah Madura diprakirakan berada dalam kondisi berawan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan cuaca akan bertahan stabil sepanjang hari. Perkembangan atmosfer masih memungkinkan terbentuknya perubahan cuaca secara lokal.

Kepala BMKG Sumenep, Ari Widjajanto, meminta masyarakat menjadikan informasi meteorologi sebagai salah satu acuan sebelum menentukan aktivitas harian. Menurutnya, perubahan cuaca dapat ditandai oleh sejumlah kondisi yang terlihat maupun terasa secara langsung, mulai dari perubahan langit hingga meningkatnya kecepatan angin.

Baca Juga  Desak Pembinaan Intensif, Gubernur SDK Prihatin 70 Persen WB Tersandung Narkoba

“Untuk masyarakat pada umumnya, tetap memperhatikan perkembangan cuaca. Terutama ketika terjadi perubahan kondisi langit dan peningkatan kecepatan angin,” katanya (05/10).

Imbauan tersebut terutama penting bagi warga yang melakukan kegiatan di ruang terbuka. Perubahan cuaca yang berlangsung dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko bagi masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak awal.

Selain masyarakat umum, perhatian BMKG juga diarahkan kepada warga yang tinggal di wilayah pesisir dan para nelayan. Aktivitas di laut memiliki tingkat risiko yang berbeda dibandingkan kegiatan di daratan karena kondisi angin dan gelombang dapat mengalami perubahan.

Karena itu, nelayan diminta memeriksa informasi cuaca maritim sebelum memutuskan berlayar. Prakiraan kondisi laut menjadi salah satu bahan penting dalam menentukan apakah aktivitas melaut dapat dilakukan dengan aman.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Selama Ramadan Distribusi LPG 3 Kg di Sulteng Aman

Untuk wilayah Laut Jawa bagian timur pada 05 Oktober 2026, BMKG mencatat kecepatan angin berada pada kisaran 10-14 knot. Arah angin secara dominan berasal dari tenggara. Sementara tinggi gelombang diprakirakan sekitar 1,1-1,4 meter.

Kondisi gelombang tersebut masih berada pada kategori rendah hingga sedang pada sejumlah periode. Namun, BMKG tetap meminta nelayan tidak mengabaikan pembaruan informasi cuaca karena keadaan laut dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer.

“Secara umum kondisi laut masih dalam kategori rendah hingga sedang, tetapi nelayan tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca terbaru dari BMKG sebelum berangkat melaut,” ujarnya.

Baca Juga  Ilusi Ramah Lingkungan Survei Seismik 3D PT KEI

Peringatan BMKG juga menyentuh potensi bahaya ketika hujan turun bersamaan dengan angin kencang. Kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko pohon tumbang maupun kerusakan pada benda-benda yang berada di ruang terbuka.

Warga diminta tidak menjadikan pohon besar sebagai tempat berlindung ketika hujan disertai angin. Area di sekitar papan reklame, bangunan, maupun benda lain yang memiliki kemungkinan roboh juga sebaiknya dihindari.

Kewaspadaan menjadi penting karena risiko akibat cuaca ekstrem tidak selalu muncul dalam bentuk hujan dengan intensitas tinggi. Hembusan angin yang meningkat juga dapat menimbulkan dampak, terutama terhadap pohon, konstruksi ringan, papan reklame, dan berbagai benda yang berada di ruang terbuka. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *