POLEWALI, MASALEMBO.ID — Gempa bumi bermagnitudo 4,2 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, pada Kamis (17/10) pukul 17.32 WITA. Informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, episenter gempa berada di koordinat 3,86 Lintang Selatan dan 118,70 Bujur Timur, sekitar 75 kilometer barat daya Polewali Mandar, dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut.
Menurut BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun, guncangan dirasakan cukup jelas di beberapa wilayah pesisir barat Sulawesi Barat dan sebagian Sulawesi Selatan, terutama di Polewali, Majene, Mamuju, dan hingga Parepare. Berdasarkan skala intensitas BMKG, gempa ini termasuk kategori PGR IV, artinya getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, benda-benda ringan bergoyang, namun belum menimbulkan kerusakan.
Pihak Stasiun Geofisika Tampa Padang Mamuju, dalam keterangan tertulisnya, menjelaskan bahwa jenis gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal di lepas pantai barat Sulawesi Barat. “Gempa ini bersifat tektonik, sumbernya diduga berasal dari aktivitas sesar aktif di dasar laut bagian barat Polewali Mandar. Berdasarkan hasil analisis sementara, gempa tidak menimbulkan tsunami dan tidak ada laporan kerusakan,” jelasnya.
Sejumlah warga di Polewali dan Tinambung mengaku sempat merasakan guncangan cukup kuat selama beberapa detik. “Tadi kursi dan jendela sempat bergetar, tapi tidak lama. Kami langsung keluar rumah untuk berjaga-jaga,” kata Rahman, warga Desa Takatidung, Polewali Mandar. Di Majene, warga pesisir juga melaporkan adanya guncangan ringan sekitar pukul 17.30 WITA, namun tidak menimbulkan kepanikan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu atau informasi yang tidak benar. Warga diminta memantau informasi resmi hanya melalui kanal BMKG, baik situs web, media sosial resmi, maupun aplikasi BMKG Info Gempa. “Hindari menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, dan periksa kondisi rumah setelah gempa untuk mengantisipasi kerusakan ringan,” imbau pihak BMKG.
Sulawesi Barat sendiri merupakan wilayah yang cukup aktif secara tektonik karena berada di pertemuan tiga lempeng besar, yakni Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Aktivitas seismik di kawasan ini kerap terjadi, terutama di sepanjang zona sesar naik Makassar Strait dan sesar lokal Majene–Mamuju.
Hingga berita ini diterbitkan, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan. Pihak pemerintah daerah bersama BPBD Polewali Mandar juga telah melakukan pemantauan lapangan untuk memastikan kondisi warga pasca-gempa.
“Situasi tetap kondusif. Kami berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa di wilayah pesisir untuk memastikan tidak ada dampak signifikan,” kata seorang petugas BPBD di Polewali Mandar.
BMKG mengingatkan masyarakat pesisir agar selalu waspada terhadap potensi gempa di wilayah perairan Sulawesi Barat, namun tetap tenang dan siap siaga. (har/red)












