Pesan Susu untuk Program MBG, Warga Polman Tertipu Puluhan Juta Rupiah

Avatar photo
Korban Hasan Basri saat di Tipiter Polres Polman memperlihatkan luka di tangannya. (Foto: Asrianto/masalembo.id)

POLMAN, MASALEMBO.ID – Seorang warga Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menjadi korban penipuan dengan modus pembelian sistem pembayaran di tempat atau Cash on Delivery (COD). Korban yang memesan ratusan dus susu untuk kebutuhan dapur penyedia menu makanan bergizi gratis (MBG), justru menerima truk kosong tanpa barang di dalamnya.

Peristiwa ini menimpa Hasan Basri, warga Desa Pasiang, Kecamatan Matakali. Ia mengalami kerugian hingga Rp41 juta setelah memesan 500 dus susu dari sebuah perusahaan di Kota Makassar. Transaksi dilakukan dengan sistem COD, di mana korban diminta mentransfer dana setelah truk pengantar barang tiba di lokasi.

Baca Juga  Silaturahim IdulFitri , PENA Sulbar Perkuat Kebersamaan dan Sinergi Jurnalis

Hasan mengaku percaya karena sopir ekspedisi yang datang meyakinkannya bahwa seluruh barang yang dipesan sudah berada di atas truk. Namun, setelah uang ditransfer, sopir justru melarikan diri membawa truk tersebut.

“Saya pesan dari marketplace di Makassar, katanya sistem COD. Setelah truk datang, saya langsung transfer sesuai kesepakatan. Tapi setelah itu mobilnya kabur, ternyata kosong,” ujar Hasan Basri saat ditemui di Polres Polman, Selasa (22/10/2025).

Korban sempat mengejar truk tersebut hingga ke wilayah Kecamatan Anreapi. Aksi kejar-kejaran berlangsung hampir dua jam di tengah hujan deras. Dalam upaya mengejar, Hasan sempat terjatuh dan mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

Baca Juga  TRC BPBD Sulbar Kembali Distribusikan Air Bersih ke Kantor BNNP Sulawesi Barat

Tak lama kemudian, warga menemukan truk yang digunakan pelaku sedang parkir di rumah warga di Kecamatan Anreapi. Setelah diperiksa, truk tersebut ternyata benar-benar kosong, tidak ada satu pun dus susu di dalamnya.

Akibat kejadian itu, Hasan langsung melapor ke Polres Polewali Mandar. Ia berharap polisi segera mengusut kasus tersebut dan menangkap pelaku utama yang diduga berada di luar daerah.

Baca Juga  Kisah Muhammad Yunus, Anak Petani Polman Jadi Wisudawan terbaik di Unhas

“Saya hanya ingin pelakunya ditangkap. Uang itu hasil kerja keras, untuk membantu dapur MBG di desa kami,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian telah memeriksa sopir dan sejumlah saksi untuk mengungkap jaringan penipuan ini. Polisi juga tengah menelusuri jejak komunikasi antara korban dan pihak yang mengaku sebagai penjual dari Makassar.

Kasus ini menambah daftar panjang praktik penipuan bermodus pembelian barang dengan sistem COD di Sulawesi Barat. Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dan memastikan kredibilitas penjual sebelum melakukan transaksi, terutama dalam jumlah besar.

Reporter: Asrianto
Editor: Redaksi Masalembo.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *