MAJENE, MASALEMBO.ID – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Selasa siang (6/1/2026). Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan bangunan, kendaraan, hingga gangguan akses jalan di beberapa titik.
Insiden paling dramatis terjadi di Kantor UPTD Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Banggae Timur. Angin kencang menyebabkan atap berbahan baja ringan kantor tersebut terlepas dan terbang ke udara. Nahas, material atap tersebut jatuh tepat di atas sebuah mobil pick-up merah yang sedang melintas di kawasan perkantoran, dekat Kantor Disdukcapil Majene.
Meski kendaraan mengalami kerusakan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian menegangkan tersebut. Namun, insiden ini mengakibatkan kabel listrik Sambungan Rumah (SR) di sekitar lokasi terputus, sehingga aliran listrik sempat terganggu.
Pohon Tumbang di Jalur Poros
Di waktu yang hampir bersamaan, cuaca buruk juga menyebabkan sebuah pohon besar tumbang di Jalan Poros Lembang, Kabupaten Majene. Batang pohon yang melintang di tengah jalan sempat melumpuhkan arus lalu lintas antarwilayah. Situasi ini diperparah dengan jarak pandang pengendara yang terbatas akibat intensitas hujan yang sangat tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa dari rangkaian peristiwa tersebut. Kendati demikian, kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah akibat kerusakan bangunan kantor, kendaraan, dan jaringan listrik.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika melintas di area yang rawan pohon tumbang atau di sekitar bangunan tua. Tim terkait kini tengah berupaya mengevakuasi material atap serta memperbaiki jaringan listrik guna meminimalisir risiko lebih lanjut.
Sementara itu BMKG Sulawesi Barat mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta waspada terhadap angin kencang yang menyertai hujan intensitas sedang hingga lebat di hampir seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Kondisi cuaca ini diprediksi akan mulai berdampak pada pukul 18:30 WITA dengan risiko terjadinya pohon tumbang, kerusakan atap bangunan, serta gangguan pada jaringan kabel listrik. Adapun wilayah yang masuk dalam level waspada utama meliputi:
- Kabupaten Pasangkayu: Dapurang.
- Kabupaten Mamuju: Bonehau.
- Kabupaten Mamasa: Mamasa, Tabulahan, Sumarorong, Messawa, Tabang.
- Kabupaten Polewali Mandar: Matangnga.
- Kabupaten Mamuju Tengah: Karossa.
Perluasan Wilayah Terdampak
Potensi angin kencang dan hujan lebat diprediksi akan meluas secara signifikan ke wilayah-wilayah berikut: - Majene: Banggae, Banggae Timur, Pamboang, Sendana, Malunda, Ulumanda, Tammerodo Sendana, Tubo Sendana.
- Polewali Mandar: Tinambung, Campalagian, Wonomulyo, Polewali, Tutar, Binuang, Tapango, Mapilli, Luyo, Limboro, Balanipa, Anreapi, Matakali, Allu, Bulo.
- Mamuju: Mamuju, Tapalang, Kalukku, Kalumpang, Papalang, Sampaga, Tommo, Simboro, Tapalang Barat.
- Mamasa & Pasangkayu: Seluruh kecamatan di wilayah Bambalamotu hingga Mehalaan.
- Mamuju Tengah: Tobadak dan Topoyo.
Durasi dan Imbauan Keselamatan
Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 20:00 WITA. Mengingat telah terjadinya beberapa insiden kerusakan bangunan akibat angin kencang sebelumnya, BMKG mengimbau masyarakat untuk: - Hindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan tua yang rapuh.
- Segera masuk ke bangunan yang kokoh jika terjadi angin kencang.
- Waspada jarak pandang bagi pengguna jalan karena kombinasi hujan lebat dan angin.
- Terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG di www.bmkg.go.id.
BMKG akan terus memperbarui informasi sesuai dengan dinamika atmosfer di wilayah Sulawesi Barat.
Prakirawan BMKG Sulawesi Barat. (har/red)












