Kajari Polman Ajak Masyarakat Lestarikan Bendi, Warisan Transportasi Tradisional Lokal Yang Nyaris Punah

Avatar photo
Kajari Polman Ajak Masyarakat Lestarikan Bendi, Warisan Transportasi Tradisional Lokal Yang Nyaris Punah

POLMAN.MASALEMBO.ID — Kepala Kejaksaan Negeri Polewali Mandar, Nurcholis, SH MH mengajak masyarakat Polman untuk turut menjaga dan melestarikan kearifan lokal berupa transportasi tradisional bendi/Dokar yang kini keberadaannya semakin jarang ditemui.

Menurutnya, bendi atau dokar bukan hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga merupakan simbol budaya dan identitas lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan modernisasi transportasi, eksistensi bendi kini semakin terpinggirkan dan berpotensi tergerus oleh zaman jika tidak dilestarikan akan punah

Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya tersebut, Kajari Polman bersama jajaran melakukan kegiatan berkeliling kota dengan menaiki bendi.

Baca Juga  Wagub Bertemu Investor, Majene-Polman Dipilih Jadi Fokus Awal Kemitraan Kelapa Dalam

Perjalanan dimulai dari Rumah Jabatan (Rujab) Kajari, kemudian menyusuri kawasan Alun-Alun Polewali yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, hingga melanjutkan perjalanan menuju bundaran Stadion Polewali.

Sepanjang perjalanan, suasana tradisional begitu terasa. Denting langkah kuda yang menarik bendi menghadirkan nuansa berbeda di tengah hiruk-pikuk kendaraan modern.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol nostalgia, tetapi juga sebagai upaya mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya lokal. 

Baca Juga  Koperindag Sulbar Temukan Beras Tak Sesuai Takaran

” Transportasi lokal yang nyaris punah, perlu dilestarikan” imbuhnya 

Selain itu, bendi dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu ikon wisata daerah yang unik dan bernilai historis.

Kajari berharap bahwa pelestarian bendi membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat umum.

Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai cara, seperti penggunaan bendi dalam kegiatan tertentu, penyediaan ruang bagi operasional bendi, hingga promosi sebagai daya tarik wisata budaya.

Ia juga secara khusus mengajak masyarakat Polewali Mandar untuk tidak melupakan akar budaya yang dimiliki, serta terus menjaga keberadaan bendi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga  BMKG Minta Nelayan Sumenep Waspada Perubahan Cuaca Laut Secara Mendadak

“Bendi ini adalah bagian dari kearifan lokal dan identitas daerah kita. Kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi. Jangan sampai transportasi tradisional ini hilang ditelan zaman yang semakin modern,” ungkapnya 

Dengan adanya perhatian dan kepedulian bersama, diharapkan bendi tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bangkit kembali sebagai kebanggaan daerah serta menjadi daya tarik wisata yang memperkenalkan kekayaan budaya Polewali Mandar kepada generasi mendatang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *