MAJENE, MASALEMBO.ID – Eskalasi konflik bersenjata yang melibatkan Iran dengan kekuatan militer Israel dan Amerika Serikat memaksa Pemerintah Indonesia mempercepat proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI). Salah satu WNI yang berhasil dipulangkan adalah Himran (34), mahasiswa asal Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Himran, pria kelahiran 1992 asal Dusun Lakka’ding, Desa Limbua, Kecamatan Sendana, tiba di Jakarta pada Kamis pekan ini. Kepulangannya difasilitasi oleh pemerintah menyusul kondisi keamanan di Iran yang kian tidak menentu akibat peperangan yang pecah sejak April 2026 lalu.
Kepala Dusun Lakka’ding yang juga merupakan kerabat Himran, Muh Anhar Hatta, mengonfirmasi bahwa saat ini Himran telah berada di tanah air. Namun, ia mengungkapkan bahwa sebelumnya mahasiswa Pascasarjana di Universitas Al Mustafa Internasional, Qom, tersebut sempat bersikeras untuk tetap tinggal di Iran.
“Awalnya Himran enggan pulang sebelum kuliah S2-nya selesai. Katanya kondisi di sana sebenarnya masih relatif aman. Namun, karena situasi nasional yang makin memanas, ia akhirnya bersedia dievakuasi,” ujar Anhar pada Minggu (19/06/2026).
Berdasarkan data yang dilansir dari Badan Penghubung Sulawesi Barat di Jakarta, Himran diterbangkan dari Iran bersama sejumlah WNI lainnya dalam gelombang evakuasi terbaru. Saat ini, Himran masih menjalani proses administrasi dan pendataan di Jakarta sebelum diberangkatkan kembali ke kampung halamannya di Majene.
Situasi Regional yang Memanas
Seperti diketahui, perang yang melibatkan Iran melawan koalisi Israel dan Amerika Serikat hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir secara permanen. Meskipun gencatan senjata singkat selama dua pekan sempat diberlakukan untuk misi kemanusiaan, kontak senjata kembali pecah di beberapa titik strategis.
Laporan internasional menyebutkan bahwa korban jiwa di pihak Iran telah mencapai ribuan orang, mayoritas merupakan warga sipil yang terjebak di zona pertempuran. Di sisi lain, kerugian personel dan materiil juga dialami oleh pihak Israel.
Kondisi ini memicu kekhawatiran dunia internasional akan terjadinya eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, yang mendorong negara-negara lain untuk segera mengosongkan warga negaranya dari wilayah terdampak demi keselamatan jiwa. (har/red)












