Teliti Etnomatematika pada Lopi Sandeq, Sekum Fatayat NU Polman Raih Gelar Doktor

Nuraimah Suharto, M.Pd dan keluarga saat ujian promosi doktor di Universitas Negeri Makassar. (Foto: Rahmayani)

MAKASSAR, MASALEMBO.ID – Nuraimah Suharto, M Pd dosen Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN), berhasil mempertahankan disertasinya tentang matematika dalam budaya maritim Mandar dan resmi menyandang gelar doktor pada Selasa, 19 Agustus 2025. Promosi doktor yang digelar di Program Pascasarjana UNM Makassar itu mengangkat judul Eksplorasi Etnomatematika pada Lopi Sandeq Suku Mandar sebagai Sumber Belajar Matematika.

Dalam penelitiannya, Nuraimah—yang juga aktif sebagai Sekretaris Fatayat NU Polman dan Bendahara Ponpes Salafiyah Parappe Putri, mengungkap keajaiban matematika tersembunyi di balik pembuatan Lopi Sandeq, perahu tradisional legendaris asal Sulawesi Barat. Tanpa rumus tertulis, para pembuat perahu (panrita lopi) suku Mandar telah menerapkan prinsip geometri, simetri, proporsi, dan pengukuran secara intuitif selama berabad-abad. Hasilnya adalah perahu yang gesit menaklukkan ombak Samudera Hindia, bahkan diakui sebagai salah satu perahu tercepat di dunia.

Baca Juga  Jumlah Penerima KIP di UNIBA Madura Merosot Drastis, Dugaan Kasus Internal Jadi Sorotan

“Lopi Sandeq membuktikan bahwa matematika hidup dalam budaya kita,” ujar Nuraimah dengan semangat.

Ia menjelaskan bagaimana bentuk segitiga pada layar (peputiq cina) dan rasio presisi panjang-lebar lambung menjadi kunci kecepatan dan stabilitas. Kearifan lokal ini, menurutnya, adalah warisan ilmiah yang patut dijadikan inspirasi pembelajaran.

Baca Juga  Putra Pejuang Sulbar Alm Arifin Nurdin Raih Cumlaude Terbaik Magister Hukum Undip

Disertasi ini, kata Nuraimah, tak sekadar mendokumentasikan tradisi, tetapi juga menawarkan solusi untuk pendidikan. Ia mengatakan bahwa konsep matematika dalam Lopi Sandeq—seperti sudut kemiringan layar atau pola anyaman bambu di badan perahu—dapat menjadi jembatan menghubungkan abstraksi angka dengan keseharian siswa.

“Siswa di pesisir Mandar akan lebih mudah memahami geometri ketika diajak mengamati perahu nenek moyang mereka,” tegasnya.

Di balik kesuksesannya, Nuraimah adalah sosok multitasking. Sebagai istri dari Busrah yang merupakan ketua Ansor Sulbar dan ibu dari dua anak itu, ia membagi waktu antara keluarga, mengajar di kampus UNASMAN dan Pesantren Salafiyah Parappe, serta mengurus organisasi keagamaan.

Baca Juga  PA-GMNI Majene Sambut Baik Jamil Barambangi Jadi WR III Unsulbar

“Kuncinya adalah konsistensi dan dukungan keluarga,” akunya.

Tim promotor menyebut disertasinya sebagai kontribusi monumental bagi pelestarian budaya maritim Nusantara.

Hadir dalam promosi doktor tersebut Rektor Unasman Dr Hi Chuduriah Sahabuddin sekaligus memberikan testimoni. Selain itu hadir pula beberapa pengurus harian Ponpes Salafiyah Parappe, Anggota Dewan Provinsi Sulbar Irfan Fahri dan Dr Dermawan selaku dekan FKIP, Dr Muzani Zulmaizar wakil dekan FKIP, serta Saifuddin selaku Dekan FAI Unasman. (Rah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *