Kasat Reskrim Polres Majene Ungkap Fakta Mengejutkan Pembunuhan di Baruga

Avatar photo
Kasatreskrim Polres Majene AKP Fredy, SH.,MH (masalembo.id/Egi)

MAJENE, MASALEMBO.ID – Kasat Reskrim Polres Manjene AKP Fredy, SH.,MH mengungkap fakta baru dalam tragedi pembunuhan N (65) warga Baruga, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Kejadian pada Selasa 5 Mei itu viral dan menjadi perbincangan hangat netizen. Banyak spekulasi di media sosial namun pihak kepolisian mengungkap fakta-fakata yang sebenarnya.

Kasatreskrim AKP Fredy mengatakan, lima hari sebelum kejadian pembunuhan pelaku mendatangi rumah korban. Ia hendak meminjam uang, namun korban tak memberinya pinjaman.

“Pelaku ini tahu kalau si korban sering membantu orang, nah karena butuh dana dia (pelaku) datang ke rumah korban,” ujar Fredy di Polres Majene, Senin (11/5/2026).

Fredy mengungkap antara korban dan pelaku tidak punya hubungan kekeluargaan atau kekerabatan. Pun pesekawanan yang erat, hanya saja pelaku tahu korban sering membantu orang meminjamkan uang.

Baca Juga  Pelajar di Wonomulyo Jadi Korban Tabrak Lari, Polisi Selidiki Pelaku

“Jadi pelaku ingin meminjam uang, 10 sampai 15 juta,” kata Fredy.

Lima hari kemudian tepatnya pada Selasa pagi, 5 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WITA, pelaku kembali mendatangi rumah korban. Ia lalu menyampaikan kepada korban agar tidak menceritakan kepada orang lain bahwa dia ingin meminjam uang.

“Korban datang, dia bilang jangan cerita kepada orang kalau saya mau pinjam uang, karena pengakuan pelaku, dia (korban) telah menceritakan kepada orang lain bahwa pelaku ingin pinjam uang,” ujar AKP Fredy.

Pertemuan di rumah korban pada Selasa pagi tidak berlangsung lama, hanya sekitar satu jam. Pelaku pulang, kembali ke rumahnya.

Petaka datang pada sore harinya. Selasa 5 Mei sore pelaku MHY kembali datang ke rumah korban. Ia datang sebentarnya hanya ingin mengambil jam tangan miliknya yang tertinggal di kamar mandi. Namun situasi berubah petaka saat terjadi cek-cok hingga berujung penganiayaan. Fredy mengatakan pelaku MHY tiba-tiba tersebut emosi saat berbincang dengan korban.

Baca Juga  Pemkab Sumenep Pacu Penyusunan RPJMD 2025–2029, Fokus pada Keseimbangan Pembangunan Wilayah

“Pelaku tersulut emosi karena dibilangi sama si korban: kau ini selalu kesini mau pinjam uang padahal kita tidak saling kenal,” ungkap AKP Fredy.

Pertengkaran pun terjadi, pelaku secara spontan menuju ke dapur lalu mengambil ulek batu. Dia memukul ke kepala korban berulang kali. Hasil outopsi pihak Rumah Sakit mencatat terdapat sembilan luka di kepala korban.

Diseret ke Kamar, Lalu Dibakar

Korban yang mendapat pukulan berulang kali di bagian kepala terjatuh tak berdaya. Pelaku yang kebingungan lalu menyeretnya ke kamar tidur. Entah apa di pikiran pelaku dia kembali ke dapur, menemukan kompor dan mengambil tissue. Pelaku membakar tissue lalu dibawa ke kamar. Tissue lalu dilemparkan ke korban. Dia juga membakar baju korban dan menutup rapat pintu kamar.

Baca Juga  Kejari Polman Klarifikasi 30 Nasabah BRI Soal Piutang, Libatkan Tim Jaksa Pengacara Negara

“Dia kunci dari luar lalu pergi membuang kunci itu di semak-semak,” Fredy mengungkapkan.

Peristiwa ini awalnya dilaporkan sebagai musibah kebakaran yang menelan satu korban jiwa. Korban ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar rumahnya setelah api berhasil dipadamkan. Namun, sejak awal insiden ini memicu kecurigaan warga dan pihak keluarga. Beberapa hal yang menjadi sorotan di antaranya titik api diketahui hanya membakar bagian kamar korban dan tidak merembet ke seluruh bagian rumah. (har/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *