SUMENEP, MASALEMBO.ID – Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Sumenep kembali melakukan penataan birokrasi melalui rotasi dan pengisian jabatan struktural. Sejumlah posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah, rumah sakit daerah, hingga pemerintahan kecamatan mengalami perubahan dalam pelantikan pejabat administrator dan pengawas yang digelar Jumat (18/09).
Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim memimpin langsung pelantikan dan pengambilan sumpahdan janji para pejabat tersebut. Prosesi berlangsung di Pendopo Kabupaten Sumenep, Jalan Dr. Sutomo Nomor 6, Lingkungan Delama, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep.
Pergantian jabatan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi birokrasi Pemkab Sumenep. Sejumlah pejabat memperoleh penugasan baru, sementara beberapa lainnya bergeser dari posisi sebelumnya untuk mengisi kebutuhan organisasi pemerintahan.
Secara administratif, pengangkatan dan mutasi tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Sumenep Nomor 800.1.3.3/510/204.3/2026 tentang pengangkatan dan mutasi pegawai negeri sipil dalam jabatan administrator dan jabatan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Dalam keputusan itu, penataan tidak hanya menyasar organisasi perangkat daerah. Struktur manajemen RSUD dr. H. Moh. Anwar juga mengalami perubahan. Demikian pula sejumlah jabatan pada pemerintahan kecamatan.
Di RSUD dr. H. Moh. Anwar, Idham Halil, mendapatkan penugasan sebagai Kepala Bidang Penunjang, Pendidikan dan Penelitian. Lalu Saprul Fajri, SKM, M.Mkes dipercaya sebagai Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian.
Sementara Asfan Effendi, S.Kep.Ns, M.Kes mendapat amanah sebagai Wakil Direktur Umum, Keuangan dan Perencanaan.
Perubahan juga terjadi pada jajaran pelayanan rumah sakit. dr. Erliyati, M.Kes ditetapkan sebagai Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang RSUD dr. H. Moh. Anwar. Sedangkan dr. As’ad Zainudin, M.Kes dipercaya mengisi jabatan Kepala Bidang Medik dan Keperawatan.
Penempatan sejumlah pejabat tersebut menempatkan RSUD sebagai salah satu bagian penting dalam penataan birokrasi kali ini. Struktur baru diharapkan mampu memperkuat pengelolaan pelayanan, administrasi, perencanaan, hingga fungsi penunjang di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Perubahan jabatan juga berlangsung di luar sektor kesehatan. Arman Endika Putra, SKM, M.Kes ditetapkan sebagai Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Sementara Soeparidi, ST mendapatkan jabatan sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Kalianget.
Sementara pada pemerintahan kewilayahan menjadi salah satu titik utama dalam penataan jabatan tersebut. Sejumlah kursi camat di Kabupaten Sumenep kini ditempati pejabat baru.
Berdasarkan Keputusan Bupati Sumenep Nomor 800.1.3.3/509/204.3/2026 tanggal 18 September 2026, Erfan Evendi, SP, M.Si ditetapkan sebagai Camat Kalianget.
Indra Hernawan, S.Sos, MM dipercaya menjadi Camat Kota Sumenep. Kukuh Agus Susyanto, SE, MH ditetapkan sebagai Camat Gapura.
Kemudian Achmad Auzai Rahman, S.Sos mendapat penugasan sebagai Camat Pragaan. Sedangkan Ainul Yakin, ST, MM ditetapkan menjadi Camat Masalembu.
Tidak hanya camat, sejumlah posisi sekretaris kecamatan juga mendapatkan pejabat baru. Ir. Widy Yogatama, ST ditetapkan sebagai Sekretaris Kecamatan Guluk-Guluk.
Akhmad Jufri, S.Sos dipercaya sebagai Sekretaris Kecamatan Kalianget, sedangkan Rahmad Baharudin, ST, MM menjadi Sekretaris Kecamatan Talango.
Berikutnya, Rasadi, S.Sos, M.Si ditetapkan sebagai Sekretaris Kecamatan Saronggi. Andy Ricky Kurniawan, S.STP., M.Si mengisi jabatan Sekretaris Kecamatan Bluto.
Untuk Kecamatan Masalembu, jabatan sekretaris kecamatan dipercayakan kepada Haryadi, SE., MM. Sedangkan Mohamad Syafei, S.Pd ditetapkan sebagai Sekretaris Kecamatan Kangayan.
Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim mengatakan, pergeseran dan pengisian jabatan tersebut merupakan bagian dari penataan sekaligus penyegaran organisasi dan birokrasi pemerintahan.
Menurutnya, keberadaan pejabat di tingkat kecamatan memiliki posisi penting karena menjadi salah satu ujung tombak pemerintah daerah dalam berhadapan langsung dengan masyarakat.
Pengisian jabatan camat dan sekretaris kecamatan, kata Imam, diperlukan agar roda pemerintahan kewilayahan tidak mengalami kekosongan dan pelayanan publik dapat berjalan secara optimal.
“Alhamdulillah, seluruh posisi camat maupun sekretaris camat (sekcam) di Kabupaten Sumenep saat ini sudah terisi. Mudah-mudahan para pejabat yang baru dilantik dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelantikan tidak seluruhnya berarti pergantian total. Ada pejabat yang tetap mempertahankan posisi sebelumnya, ada yang mengalami mutasi, dan terdapat pula pejabat yang mendapatkan penugasan baru.
Menurut Imam, kondisi tersebut merupakan dinamika yang lazim dalam organisasi pemerintahan. Penataan dilakukan untuk menjaga agar struktur birokrasi tetap berjalan sesuai kebutuhan organisasi dan tuntutan pelayanan.
Namun, Imam mengingatkan bahwa jabatan tidak semata-mata berkaitan dengan struktur dan administrasi. Pejabat yang memperoleh amanah baru dituntut mampu menerjemahkan jabatan tersebut menjadi kerja nyata.
Karena itu, ukuran keberhasilan pejabat tidak cukup hanya dilihat dari kemampuan menjalankan prosedur birokrasi. Dampak terhadap masyarakat menjadi bagian penting yang harus menjadi perhatian.
“Yang paling penting, keberadaan pejabat ini harus memberikan dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya. (Red/TH)














