POLEWALI, MASALEMBO.ID – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mulai melakukan uji coba pengolahan sampah menggunakan mesin insinerator di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Amola, Kecamatan Binuang, pada Minggu (19/7/2026).
Dalam uji coba tersebut, dua truk sampah dengan total berat 9 ton berhasil dimusnahkan. Berbeda dengan sistem controlled landfill atau penimbunan yang selama ini digunakan, TPST Amola kini beralih menggunakan teknologi canggih yang mampu membakar hingga 20 ton sampah dalam sehari.
Langkah ini diambil sebagai jawaban atas permasalahan sampah yang telah bertahun-tahun menjadi momok menakutkan bagi Kabupaten Polewali Mandar. Kondisi penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik sudah lama menjadi keluhan warga, yang seringkali merasakan dampak buruk berupa bau menyengat serta gangguan lingkungan. Kehadiran teknologi ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan wajah kebersihan di wilayah tersebut.
Nampaknya, komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan polemik ini pun semakin kuat. Sejak dilantik, Bupati Polman, Samsul Mahmud, bersama Wakil Bupati, Nursami Masdar, memang menjadikan isu sampah sebagai salah satu agenda prioritas dalam program pemerintah daerah.
Proses pengolahan sampah di TPST Amola dimulai dengan memilah jenis sampah menggunakan mesin gibrig separator. Setelah terpilah, sampah dimasukkan ke dalam dua tungku mesin insinerator yang beroperasi dengan suhu di atas 500 derajat Celsius. Sampah kemudian dibakar selama sekitar 10 menit hingga tersisa menjadi abu.
Kepala DLHK Polewali Mandar, Sarifuddin Wahab, menyatakan bahwa pihaknya akan terus berinovasi untuk mengatasi polemik sampah. Ia berharap ke depannya dapat dilakukan penambahan unit mesin insinerator agar penanganan sampah di Polman lebih optimal.
“Hari ini kita buktikan bahwa mesin insinerator berfungsi dengan baik dan tidak ada kendala,” jelasnya.
Sebagai langkah dukungan, Sarifuddin mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama dengan tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga kebersihan lingkungan.
“Mohon sampahnya jangan dibuang sembarangan, disimpan di depan rumah saja, nanti petugas kami yang akan datang menjemput sampahnya,” tutupnya. (ant/har)













