Tragedi di Sungai Mandar, Warga Kandeapi Tewas Diterkam Buaya Saat Mandi

Avatar photo
Warga Kandeapi Tinambung saat mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan meninggal dunia usai diterkam buaya pada Kamis (23/4/2026) malam. (Egi/masalembo.id)

POLEWALI, MASALEMBO.ID – Suasana di Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar mendadak gempar pada Kamis (23/4/2026) malam. Seorang warga Kandeapi dilaporkan tewas dengan luka di tubuh setelah diterkam buaya saat sedang beraktivitas di aliran Sungai Mandar.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sesaat setelah waktu Magrib atau menjelang ibadah salat Isya, sekitar pukul 18.35 WITA.

Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, peristiwa bermula saat korban turun ke sungai dengan maksud untuk mandi. Namun, tanpa disadari, seekor buaya muncul ke permukaan dan langsung menerkamnya secara mendadak.

Baca Juga  DPRD Minta Evaluasi Total Pemotongan Gaji ASN oleh Baznas: Tak Boleh Sepihak dan Asal Berlaku

Saksi mata menyebutkan bahwa serangan terjadi begitu cepat sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Korban diketahui bernama Muhlis alias Sappate, pria berusia kurang lebih 50 tahun. Almarhum merupakan warga Kandeapi yang tinggal di kawasan pemukiman depan area SPPG dan Tower.

Kabar duka ini langsung menyebar luas dan menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga serta tetangga korban.

Baca Juga  Jendela Kantor Lurah Lembang Dibobol Maling

Setelah dilakukan upaya pencarian oleh warga sekitar, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Tim evakuasi segera membawa jenazah ke Puskesmas Tinambung untuk menjalani proses pemeriksaan medis dan otopsi lebih lanjut oleh pihak tenaga kesehatan.

Terkini, pihak keluarga menolak melakukan otopsi dan mengaku ikhlas menerima kejadian musibah ini. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka.

Kepala Dinas Kesehatan Polman dr Anita yang hadir di Puskesmas Tinambung, Kamis (23/4) malam mengkonfirmasi hal tersebut. “Iye pihak keluarga tidak mau (diotopsi),” ujar Anita.

Baca Juga  Mulai Februari 2025, Agen dan Pangkalan LPG 3 Kg Hentikan Layanan ke Pengecer

Petugas Puskesmas Tinambung juga mengatakan hal demikian. Keluarga korban enggan dilakukan otopsi.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Mandar. Warga dihimbau untuk tetap waspada dan membatasi aktivitas di sekitar sungai, terutama pada malam hari, mengingat keberadaan predator yang masih mengancam keselamatan jiwa di wilayah tersebut. (Har/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *