Diperkirakan 10 Hektar Lahan di Pulau Bottoa Polman Ludes Terbakar

Avatar photo
Kobaran api menjalar membakar belukar di lahan perbukitan Pulau Bottoa, Sabtu 18 Juli 2026 sore. Kobaran api berlangsung hingga malam hari bahkan sampai dini hari tadi. (Asrianto/masalembo.id)

POLEWALI, MASALEMBO.ID – Memasuki puncak musim kemarau, bencana kebakaran lahan melanda wilayah Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Sabtu sore, 18 Juli 2026.

Peristiwa ini diperkirakan telah meludeskan lebih dari 10 hektar lahan perbukitan yang meliputi vegetasi rumput ilalang kering, ranting kayu, batang bambu, hingga area perkebunan warga.

Titik api dilaporkan pertama kali muncul di kawasan Kampung Timorang, Dusun Lendang, sebelum akhirnya merambat dengan cepat hingga mencapai wilayah Dusun Kapejang akibat tiupan angin.

Kebakaran ini diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah atau daun kering oleh warga di kebun, atau kemungkinan bersumber dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Baca Juga  Pemkab Mamuju Tengah Teken Kerja Sama Publikasi dengan 33 Media

Upaya pemadaman dilakukan secara bahu-membahu oleh warga, pemerintah desa, unsur TNI, dan Polri menggunakan peralatan seadanya. Namun, luasnya area yang terbakar dan banyaknya titik api menyulitkan proses pemadaman. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi warga yang permukimannya berbatasan langsung dengan area perbukitan yang terbakar.

Salah satu warga Dusun Kapejang, Hamsa, menuturkan bahwa api mulai mendekati area tempat tinggal penduduk pada Sabtu malam dan menimbulkan rasa takut.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Stok Pertamax Turbo Makassar Aman di Tengah Peningkatan Konsumsi Jelang Idulfitri

“Kita ini takut karena sudah dekat dibelakang rumah. Semoga apinya cepat padam,” ungkap Hamsa saat berjaga di lokasi.

Kepala Dusun Kapejang, Sarkia, menjelaskan bahwa kebakaran lahan merupakan ancaman rutin setiap musim kemarau di wilayah tersebut.

Ia telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat keamanan untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak pemadam kebakaran.

“Tadi sore belum terlihat di sini, tapi ini malam sudah sampai di dusun Kapejang,” jelas Sarkia mengenai cepatnya perambatan api.

Hingga Sabtu malam pukul 21.00 WITA, api belum sepenuhnya padam. Meskipun pada Minggu pagi pantauan di lapangan menunjukkan intensitas api telah menurun, warga tetap diselimuti rasa was-was mengingat potensi kebakaran susulan yang bisa dipicu oleh angin kencang.

Baca Juga  Bocah 3 Tahun Hilang, Basarnas Masih Lakukan Pencarian di Hari Keempat

Menanggapi kejadian ini, petugas Damkar Polman, Imran, mengakui adanya kendala akses geografis berupa penyeberangan laut yang menghambat respons cepat ke Pulau Battoa. Imran pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra di tengah musim kemarau saat ini.

“Kami imbau agar tetap waspada karena dalam dua hari terakhir telah terjadi empat titik kebakaran, tiga rumah ludes terbakar, dan satu kebakaran lahan,” pungkasnya. (Ant/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *