MAJENE, MASALEMBO.ID — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Muh Rifai (32), nelayan asal Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat yang dilaporkan terjatuh dari kapal di perairan Majene pada Kamis, 29 Januari pekan lalu.
Penutupan operasi ini dilakukan pada Rabu (4/2/2026) sore setelah upaya pencarian intensif selama tujuh hari tidak membuahkan hasil, sehingga korban dinyatakan hilang.
Pada hari terakhir pencarian, Tim SAR Gabungan telah berupaya maksimal dengan menyisir area seluas 96 mil laut sejak pukul 07.00 WITA menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan perahu karet, namun hingga pukul 14.30 WITA, hasil monitoring tetap nihil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju, Muhmud Afandi, menjelaskan bahwa keputusan penghentian operasi ini diambil setelah melalui proses evaluasi yang mendalam bersama seluruh unsur terlibat.
“Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi lapangan hingga hari ketujuh, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Maka, pada pukul 16.00 WITA tadi, operasi SAR resmi kami tutup dan korban dinyatakan hilang,” terang Mahmud via keterangan tertulisnya Rabu petang.
“Namun, kami akan tetap melakukan pemantauan jika sewaktu-waktu ditemukan informasi baru dari masyarakat atau nelayan di masa mendatang,” lanjut Muhmud.
Selama proses pencarian, sambungnya, kondisi cuaca di perairan Majene terpantau cerah berawan, meski kecepatan angin cukup menantang yakni berada di kisaran 1–35 km/jam.
Operasi ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari Pos Siaga SAR Majene, TNI AL, Polsek Tubo Sendana, BPBD Majene, hingga relawan Mapala Unsulbar dan warga setempat.
Muhmud Afandi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada seluruh personel yang telah bekerja keras dan berpartisipasi aktif dalam upaya kemanusiaan ini sejak hari pertama korban dilaporkan hilang. (ril/har)












