MAMUJU TENGAH, — Seorang bocah kelas V sekolah dasar bernama Muhammad Rifky (10) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia usai diterkam buaya di aliran Sungai Budong-Budong, Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Peristiwa naas tersebut terjadi ketika korban sedang menemani sang ibu mencuci pakaian di tepi sungai.
Insiden bermula saat korban berada di pinggir sungai bersama ibunya. Tanpa disadari, seekor buaya muara tiba-tiba muncul dari dasar air dan langsung menyambar tubuh korban hingga menyeretnya ke dalam aliran sungai.
Sang ibu yang menyaksikan langsung kejadian horor tersebut sempat berteriak histeris meminta bantuan warga sekitar, namun tubuh korban dengan cepat menghilang di balik keruhnya air sungai.
Menerima laporan musibah tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penyisiran intensif menyusuri aliran Sungai Budong-Budong. Setelah proses pencarian berjam-jam, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan tidak jauh dari titik awal lokasi penerkaman.
“Pada hari Selasa, 24 Agustus 2026, pukul 15.40 WITA, Tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan korban anak yang sebelumnya diterkam buaya dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian,” kata Komandan Tim (Datim) Basarnas Mamuju, Muhammad Haerul, Selasa (25/8/2026) malam.
Proses evakuasi segera dilakukan oleh petugas bersama warga setempat begitu tubuh korban berhasil dijangkau. Jasad Muhammad Rifky langsung dibawa ke rumah duka untuk kemudian diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga agar dapat segera dimakamkan.
“Selanjutnya, korban telah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya. Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dinyatakan selesai dan ditutup,” ujar Muhammad Haerul menutup keterangannya.
Pihak otoritas setempat mengimbau masyarakat di sekitar aliran Sungai Budong-Budong untuk lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di tepi sungai guna mencegah berulangnya konflik berbahaya antara manusia dan habitat reptil ganas tersebut. (har/red)













