SUMENEP, MASALEMBO.ID – Peta politik menuju Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2029 mulai memperlihatkan sejumlah nama dari kalangan kepala daerah. Salah satu figur yang disebut dalam pemetaan internal PDI Perjuangan adalah Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Nama Fauzi muncul setelah Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkap sejumlah kader yang dinilai berpotensi dipertimbangkan dalam kontestasi politik Jawa Timur. Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa partai mulai melihat rekam jejak kepala daerah sebagai salah satu sumber kandidat potensial untuk menghadapi pemilihan gubernur mendatang.
Selain Achmad Fauzi, Hasto juga menyebut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai salah satu kepala daerah yang dapat masuk dalam pemetaan. Menurut Hasto, keberadaan sejumlah kepala daerah kader partai menjadi modal penting dalam menyiapkan figur untuk kontestasi politik di tingkat provinsi.
“Kalau kita lihat di dalam demokrasi yang terkonsolidasi, maka ada calon-calon yang muncul dari kepala daerah. Kami punya 12 kepala daerah,” kata Hasto Kristiyanto dikutip dari detik.com.
Hal ini memperlihatkan bahwa PDI Perjuangan memiliki cukup banyak kader yang telah memperoleh pengalaman langsung dalam menjalankan pemerintahan daerah. Pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat dipertimbangkan ketika partai menyusun strategi politik menuju Pilgub Jawa Timur 2029.
Tak hanya berasal dari eksekutif daerah, Hasto juga menyampaikan bahwa PDI Perjuangan memiliki kekuatan kader di lembaga legislatif. Kader yang duduk sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur turut menjadi bagian dari potensi yang dapat dipertimbangkan dalam proses pemetaan politik.
“Kami punya anggota DPR RI yang cukup signifikan, sekitar 19 dari Jawa Timur,” ujarnya.
Penyebutan nama Achmad Fauzi kemudian mendapatkan tanggapan langsung dari orang yang bersangkutan. Achmad Fauzi, yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, memilih menempatkan keputusan partai sebagai dasar utama dalam menentukan langkah politiknya.
Alih-alih berbicara mengenai ambisi pribadi untuk maju sebagai calon gubernur, Fauzi menegaskan bahwa dirinya merupakan kader yang siap menjalankan keputusan organisasi. Sikap tersebut disampaikannya ketika merespons namanya yang masuk dalam pemetaan calon kepala daerah untuk Jawa Timur.
“Sebagai kader, saya selalu tunduk dan patuh pada instruksi partai,” ujarnya, Senin (24/08/2026).
Achmad Fauzi tidak ingin mendahului proses internal partai. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai pencalonan kepada mekanisme organisasi PDI Perjuangan.
Ia menilai, disebutnya nama dalam pemetaan merupakan bentuk kepercayaan sekaligus penilaian dari partai. Namun, hal itu belum menjadi alasan baginya untuk mengambil langkah politik secara sepihak. Ia memilih tetap berkonsentrasi menjalankan tanggung jawab sebagai Bupati Sumenep.
“Intinya semangat saya ingin terus melakukan yang terbaik bagi partai, dan wilayah yang saya pimpin,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab terhadap daerah tetap menjadi bagian penting dari sikapnya. Sebagai kepala daerah, ia masih memiliki agenda pembangunan dan pelayanan publik yang harus diselesaikan. Karena itu, dinamika mengenai Pilgub Jawa Timur 2029 tidak mengubah komitmennya untuk bekerja bagi masyarakat Sumenep.
Sementara itu, masuknya nama Fauzi dalam radar partai memberikan gambaran bahwa kepala daerah dari Madura mulai mendapat perhatian dalam kalkulasi politik Jawa Timur. Posisi Fauzi sebagai Bupati Sumenep sekaligus pimpinan struktur partai di tingkat kabupaten menjadi bagian dari rekam jejak politik yang melekat pada dirinya.
Meski demikian, proses menuju Pilgub Jawa Timur 2029 masih panjang. Pemetaan nama belum otomatis berarti seseorang telah ditetapkan sebagai kandidat resmi. Partai masih memiliki ruang untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta mempertimbangkan berbagai dinamika politik sebelum menentukan pasangan calon yang akan diusung.
Karena itu, respons Achmad Fauzi yang memilih patuh terhadap keputusan partai menjadi penegasan bahwa dirinya tidak sedang membangun pencalonan secara pribadi. Ia menyatakan kesiapannya menjalankan apa pun keputusan organisasi ketika proses politik tersebut sampai pada tahap penentuan.
Ia pun mengapresiasi perhatian partai terhadap dirinya setelah namanya disebut sebagai salah satu figur yang masuk dalam usulan calon kepala daerah Jawa Timur.
“Terima kasih atas penilaian partai yang memasukkan nama saya dalam usulan calon kepala daerah di Jawa Timur,” tandasnya. (Red/TH)













