SUMENEP, MASALEMBO.ID – Kepulangan jemaah haji Kabupaten Sumenep dari Tanah Suci menjadi momentum penting yang tidak hanya dimaknai sebagai akhir perjalanan ibadah, tetapi juga awal dari tanggung jawab besar di tengah masyarakat.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa kemabruran haji harus tercermin dalam sikap dan perilaku nyata sehari-hari.
Hal itu disampaikan saat dirinya menyambut langsung kedatangan para jemaah di GOR A. Yani Pangligur, Senin (22/06/2026) dini hari.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan pesan kuat agar para jemaah tidak berhenti pada ritual semata, melainkan mampu membawa perubahan positif di lingkungan sosialnya.
“Para jemaah yang telah pulang ke Kabupaten Sumenep bukan sekadar berakhirnya perjalanan ibadah di Mekkah dan Madinah, melainkan awal dari tanggung jawab moral untuk mengamalkan nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari,” katanya (22/06).
Menurutnya, ibadah haji bukan hanya rangkaian kegiatan seremonial keagamaan, tetapi merupakan perjalanan spiritual yang sarat nilai. Setiap tahapan ibadah mengandung pelajaran mendalam tentang keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, solidaritas, serta pengorbanan. Oleh karena itu, nilai-nilai tersebut harus tetap hidup dan diwujudkan dalam kehidupan setelah kembali ke daerah asal.
“Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang penuh makna dan mengandung banyak pelajaran tentang keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, persaudaraan, serta pengorbanan, sehingga para jemaah haji hendaknya mewujudkan nilai-nilai selama menjalankan ibadah meskipun kembali ke daerah,” terangnya.
Bupati juga menyoroti bahwa predikat haji mabrur tidak cukup diukur dari peningkatan ibadah personal semata. Lebih jauh, kemabruran tersebut harus tampak dalam kehidupan sosial yang lebih baik, seperti meningkatnya kepedulian terhadap sesama, kepekaan sosial, dan kontribusi nyata dalam pembangunan lingkungan.
“Haji mabrur tidak hanya tercermin dari meningkatnya kualitas ibadah pribadi, tetapi terlihat dari sikap sosial yang semakin baik, kepedulian terhadap sesama, serta kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” lanjutnya.
Jemaah haji diharapkan mampu menjadi teladan yang hidup di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya menjadi simbol religius, tetapi juga figur yang menginspirasi melalui tindakan nyata, baik dalam lingkup keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan sosial yang lebih luas.
Peran tersebut dinilai sangat strategis, terutama dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan menjaga harmoni sosial. Bupati Fauzi menegaskan bahwa para jemaah haji memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak dalam membangun masyarakat yang rukun, religius, dan berintegritas.
“Oleh sebab itu, para jemaah haji ini menjadi penggerak dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menjaga persatuan dan kerukunan antarwarga. Jadilah teladan dalam menjaga akhlak, kejujuran, kedisiplinan, serta semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, suasana penyambutan jemaah berlangsung penuh haru. Keluarga yang telah menanti selama lebih dari satu bulan tampak tak kuasa menahan rasa bahagia saat akhirnya dapat berkumpul kembali dengan orang-orang tercinta. Tangis haru dan pelukan hangat mewarnai setiap sudut lokasi penyambutan.
Di balik kelancaran seluruh proses ibadah haji tahun ini, Bupati juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah bekerja keras. Mulai dari petugas haji, tenaga kesehatan, hingga pembimbing ibadah dinilai telah menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta seluruh unsur pendukung lainnya. Kerja sama tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan para jemaah mendapatkan pelayanan optimal sejak keberangkatan hingga kepulangan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat datang kepada para tamu Allah yang telah menunaikan ibadah haji. Semoga seluruh rangkaian ibadah yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT,” pungkasnya.
Berdasarkan jadwal, jemaah haji Sumenep tiba secara bertahap dalam beberapa kelompok terbang. Kloter 77 tiba pukul 02.00 WIB, diikuti Kloter 78 pukul 05.40 WIB, Kloter 79 pukul 08.00 WIB, serta Kloter 81 pukul 14.45 WIB. (Red/TH)












