Arus Kedatang Evakuasi Korban KM Mutiara Sentosa II, Ratusan Penumpang Selamat Tiba di Tanjung Perak

Avatar photo
Ratusan korban selamat dari kebakaran KM Mutiara Sentosa II tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya (Istimewa/Massaalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Arus kedatangan korban selamat dari insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 terus berlangsung di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Senin (3/8) dini hari. Para penumpang yang berhasil dievakuasi dari perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, tiba secara bertahap menggunakan kapal Meratus Pematang Siantar.

Rombongan pertama yang membawa korban tiba sekitar pukul 00.15 WIB. Kedatangan tersebut menandai dimulainya proses lanjutan penanganan korban di darat, setelah sebelumnya mereka diselamatkan dari situasi darurat di tengah laut. Sejumlah penumpang tampak dalam kondisi lelah, bahkan ada yang tidak mengenakan alas kaki saat turun dari kapal evakuasi.

Sebagai bagian dari prosedur identifikasi awal, seluruh korban terlihat mengenakan gelang berwarna hijau di pergelangan tangan kanan. Tanda ini menjadi penunjuk bahwa mereka telah terdata dalam sistem penanganan darurat, sekaligus memudahkan proses verifikasi lanjutan oleh petugas.

Setibanya di pelabuhan, para korban langsung diarahkan menuju area istirahat yang telah disiapkan oleh tim gabungan. Di lokasi tersebut, petugas dari berbagai instansi telah bersiaga untuk memastikan kebutuhan dasar para penumpang terpenuhi, termasuk makanan, minuman, serta fasilitas kesehatan.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Polsek Urban Wonomulyo Polres Polman Monitoring Kegiatan Posyandu di Desa Sidorejo

Tim medis juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh kepada para korban. Pemeriksaan ini dilakukan secara bergantian guna memastikan kondisi fisik setiap penumpang tetap terpantau setelah mengalami kejadian traumatis di laut. Beberapa korban dilaporkan mengalami kelelahan dan syok ringan, namun tetap dalam penanganan intensif.

Selain layanan kesehatan, proses pendataan identitas menjadi fokus utama dalam tahap penanganan di darat. Petugas melakukan pencatatan secara detail terhadap setiap korban, termasuk mencocokkan data dengan manifes penumpang. Sebagian korban bahkan harus menjalani verifikasi lebih lanjut di Posko Ante Mortem Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur.

Proses ini dilakukan secara hati-hati untuk menghindari kesalahan data, mengingat pentingnya keakuratan informasi bagi keluarga korban yang tengah menunggu kepastian. Hingga saat ini, pendataan masih terus berlangsung seiring kedatangan kapal-kapal lain yang membawa penumpang selamat dari lokasi kejadian.

Baca Juga  Banjir Rendam Permukiman di Binuang, Jalur Trans Sulawesi Sempat Lumpuh

Menteri Perhubungan Dody Purwagandhi yang turut hadir di lokasi menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Ia juga memastikan bahwa pemerintah terus memantau dan mendukung seluruh proses penanganan korban.

“Jadi, saya prihatin, Kementerian prihatin ya atas kejadian ini. Dan juga sebagaimana yang dilaporkan bahwa saat ini ada lima penumpang yang meninggal dunia. Kami turut berduka cita dan kami juga berharap bahwa yang selamat itu bisa segera diberikan kesembuhan,” ujarnya (03/08).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh proses pencarian dan penyelamatan berada di bawah kendali Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Koordinasi antarinstansi terus diperkuat agar penanganan berjalan efektif dan cepat.

Baca Juga  Brimob Gadungan di Mamuju Tega Perkosa Anak Di Bawah Umur

“Namun demikian, saya menyerahkan sepenuhnya kepada Basarnas sebagai penanggung jawab untuk melakukan SAR pertolongan dan penyelamatan, juga kemudian melakukan pendataan,” ucapnya.

Terkait perbedaan data jumlah korban yang sempat beredar, Menteri Perhubungan menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena proses evakuasi masih berlangsung. Setiap kapal yang datang membawa korban baru akan langsung dilakukan pendataan, sehingga angka yang muncul bersifat dinamis.

“Jadi, sementara ini satu per satu kapal akan datang dan itu yang akan didata. Harapannya semua data bisa terkumpul dengan baik, tidak ada kesimpangsiuran, sehingga bisa memberikan kepastian kepada keluarga yang sedang menunggu,” ujarnya.

Hingga Senin dini hari, suasana di Pelabuhan Tanjung Perak masih dipenuhi aktivitas petugas gabungan yang bekerja tanpa henti. Proses evakuasi lanjutan, pemeriksaan kesehatan, hingga pencocokan identitas terus dilakukan demi memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang layak serta informasi yang akurat. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *