POLEWALI, MASALEMBO.ID –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, semakin meluas dan terjadi secara bersamaan di dua kecamatan berbeda sejak Selasa malam hingga Rabu (23/9/2026) dini hari.
Kondisi ini membuat tim satgas karhutla kewalahan dan terpaksa membagi regu pemadam, terlebih lagi proses pemadaman terkendala oleh medan yang sangat ekstrem dan terjal.
Dinas Pemadam Kebakaran Polman mengerahkan empat unit mobil damkar dengan dukungan mobil tangki TNI dari Kodim 1402 Polman untuk menjinakkan si jago merah.
Kebakaran tercatat menghanguskan sekitar 50 hektar lahan di Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo. Sementara itu, karhutla di Desa Paku, Kecamatan Binuang, yang telah berlangsung selama enam hari dan belum berhasil dipadamkan, kini diperkirakan telah melahap lebih dari 100 hektar lahan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Polewali Mandar, Imran, mengungkapkan bahwa kendala utama petugas di lapangan adalah letak titik api yang berada di kawasan pegunungan sehingga armada damkar tidak mampu menjangkau lokasi.
“Kendala utama yang dihadapi petugas adalah sulitnya medan menuju lokasi kebakaran yang cukup ekstrem dan terjal. Armada kami tidak bisa naik ke atas pegunungan,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Polman, Imran.
Akibat keterbatasan akses armada, petugas terpaksa memadamkan api secara manual menggunakan ranting pohon dan tangki semprot gendong. Proses pemadaman semakin sulit akibat hembusan angin kencang yang mempercepat penyebaran api ke ranting dan ilalang kering.
Hingga saat ini, tim satgas gabungan masih terus bersiaga dan berupaya keras memadamkan sisa-sisa titik api di lokasi. (ant/har)













