MAJENE, MASALEMBO.ID — Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) Sulawesi Barat menyoroti kinerja dan komitmen pelayanan publik di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Majene. Hal tersebut disampaikan usai organisasi mahasiswa ini melakukan pemantauan langsung ke kantor dinas terkait pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Meskipun pada papan informasi resmi tercantum bahwa jam pelayanan untuk hari Jumat berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.30 WITA, kondisi berbeda justru ditemukan di lapangan. Saat pemantauan dilakukan sekitar pukul 14.30 WITA—yang masih masuk dalam jam operasional—area loket pelayanan tampak kosong dan tidak terlihat satu pun pegawai yang bertugas di lokasi.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat penjelasan resmi dari pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Majene untuk memastikan apakah para pegawai sedang menjalankan tugas kedinasan di luar kantor, mengikuti agenda tertentu, atau ada alasan lainnya. Kejelasan ini penting mengingat publik berhak memperoleh pelayanan yang presisi sesuai jadwal resmi yang dipublikasikan.
Koordinator Bidang (Korbid) BEMNUS Sulbar, Iksan Prawira, menegaskan bahwa pemantauan tersebut merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap efektivitas penyelenggaraan pelayanan publik di daerah.
“Kami tidak sedang mencari kesalahan. Kami hanya mempertanyakan bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan jika pada jam pelayanan tidak ada petugas yang terlihat di tempat,” ujar Iksan Prawira, Sabtu (8/8/2026)
Lebih lanjut, BEMNUS Sulbar mendesak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Majene untuk memberikan klarifikasi terbuka sekaligus mengevaluasi kedisiplinan jajarannya agar pelayanan masyarakat berjalan optimal.
“Pelayanan publik bukan hanya soal memasang jadwal di depan kantor. Pelayanan harus benar-benar hadir ketika masyarakat datang. Jangan sampai yang hadir hanya jadwal pelayanannya, sementara pelayanannya tidak terlihat,” tegas Iksan.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi atau tanggapan dari pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Majene mengenai kondisi pelayanan tersebut. (ril/har)













