Siapkan Generasi Kreatif di Era Digital, SMKN 1 Polewali Gelar Pelatihan Jurnalistik

Avatar photo
Kontributor Metro TV Polman, Asrianto, menerima penghargaan dari SMK Negeri 1 Polewali usai menyampaikan materi pelatihan jurnalistik, Sabtu 31 Januari 2026. (Hand Over Asrianto)

POLEWALI, MASALEMBO.ID – Guna membekali siswa dengan keterampilan literasi di era digital, SMK Negeri 1 Polewali menggelar Pelatihan Dasar Jurnalistik yang berlangsung di ruang laboratorium TIK pada Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan bertajuk “Mencetak Jurnalis Muda Kreatif dan Berintegritas” ini diikuti oleh puluhan siswa dengan antusias.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Polewali, Muhammad Natsir, dengan menghadirkan pemateri berpengalaman, Asrianto, yang merupakan kontributor Metro TV wilayah Polewali Mandar.

Baca Juga  Jurnalis Polman Kecam Konten Kreator yang Copas Berita Tanpa Izin

Dalam sambutannya, Muhammad Natsir mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis sekolah untuk memperkenalkan dunia jurnalistik kepada siswa, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi di internet.

“Kegiatan ini diharapkan memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya memilah informasi melalui media. Semoga apa yang disampaikan pemateri menjadi acuan bagi mereka dalam mengenal dunia jurnalistik secara mendalam,” harapnya.

Selama pelatihan, para peserta dibekali teknik dasar pembuatan berita yang memenuhi unsur 5W + 1H. Materi mencakup proses peliputan, teknik wawancara yang efektif, hingga cara menulis berita yang menarik namun tetap akurat.

Baca Juga  Program Cavendish Pj Gubernur Berhasil, Petani Sulbar Segera Panen, Raup Rp1 Miliar

Asrianto, selaku pemateri, menekankan bahwa profesi jurnalis bukanlah pekerjaan yang mudah karena penuh risiko dan tantangan di lapangan. Ia mengingatkan para siswa bahwa setiap wartawan wajib mematuhi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.

“Menjadi wartawan itu penuh risiko, namun sangat mulia jika dilakukan dengan benar. Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah maraknya informasi bohong atau hoaks di media sosial yang sering memprovokasi masyarakat,” ujar Asrianto.

Baca Juga  Bakesbangpol Sumenep Ajak Dunia Pendidikan Bangkitkan Semangat Kebangsaan di Era Global

Ia juga mengajak para siswa untuk selalu bersikap kritis dan hanya memercayai informasi dari sumber yang kredibel. Menurutnya, salah satu tugas utama media saat ini adalah melakukan kontra-narasi terhadap berita hoaks agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. (ant/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *