Dua Hari Pencarian di Sungai Manjongo, Lansia Asal Donggala Ditemukan Meninggal Dunia

Avatar photo
Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi korban, Nika (60) yang hanyut di Sungai Manjongo, Desa Pantolobete, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala. (Foto: Tim SAR Mamuju)

DONGGALA, MASALEMBO.ID – Operasi pencarian terhadap Nika (60), seorang perempuan lanjut usia yang dilaporkan hilang di Sungai Manjongo, Desa Pantolobete, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, akhirnya membuahkan hasil.

Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (20/4/2026) sore.

Korban ditemukan pada hari kedua pencarian, sekitar pukul 16.16 WITA. Titik penemuan berada cukup jauh dari lokasi kejadian awal (LKK), yakni sekitar 11 kilometer menyusuri aliran sungai.

Dalam upaya pencarian hari kedua ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan kekuatan penuh dengan membagi tim menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).

Baca Juga  Discover Nusantara, Sulbar Bakal Pamerkan Budaya hingga Kuliner di Panggung Nasional

SRU I dan II melakukan penyisiran darat di bantaran sungai sisi kiri dan kanan sejauh 6 kilometer, sementara SRU III dan IV melakukan penyisiran air menggunakan perahu karet dengan radius hingga 11 kilometer dari titik awal hilangnya korban.

Meski demikian, proses pencarian tidak berjalan mulus. Tim di lapangan harus berhadapan dengan medan sungai yang sulit. Kondisi air yang dangkal dan keruh, serta banyaknya bebatuan dan dahan pohon yang tumbang, menjadi kendala utama dalam pergerakan perahu karet maupun personel.

Baca Juga  Ekspor SDM Kesehatan, 6 Kabupaten di Sulbar Dapat Kesempatan Kirim Perawat ke Jepang

Evakuasi ke Rumah Duka

Kepala Kantor SAR Mamuju, Mahmud Afandi yang turut dalam proses pencarian mengatakan, setelah korban berhasil ditemukan di koordinat 1°17’57.12”S – 119°29’45.92”E, tim segera mengevakuasi jasad korban. Jenazah tiba di rumah duka pada pukul 17.07 WITA dan diserahkan langsung kepada pihak keluarga.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup pada pukul 17.20 WITA. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi selama pelaksanaan operasi,” terang Mahmud Afandi via keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2026) petang.

Baca Juga  Dirut BPRS Bhakti Sumekar Berbagi dengan Lansia di Bulan Suci Ramadan

Ia mengatakan operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi berbagai unsur, mulai dari Rescuer Unit Siaga SAR Pasangkayu, BPBD Donggala, Koramil 20 Lalundu, Polsek Rio Pakava, aparat desa setempat, hingga bantuan dari masyarakat sekitar. (har/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *