SUMENEP, MASALEMBO.ID – Upaya transformasi layanan kesehatan di Kabupaten Sumenep kini memasuki fase yang lebih progresif. RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menegaskan langkah strategisnya dengan mempercepat digitalisasi layanan sekaligus memperkuat sektor medis spesialis sebagai fondasi awal dari target untuk menuju rumah sakit rujukan utama di Madura.
Kebijakan ini bukan sekadar pengembangan fasilitas fisik, melainkan bagian dari perubahan sistemik untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini masih kerap bergantung pada layanan kesehatan di luar daerah, khususnya untuk kasus-kasus medis yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa penguatan kapasitas layanan dilakukan secara bertahap dengan memaksimalkan peningkatan status rumah sakit menjadi tipe B.
“Penguatan ini kami lakukan secara bertahap, dengan memanfaatkan status rumah sakit yang kini telah meningkat menjadi tipe B, sehingga mampu menangani kasus yang lebih kompleks,” ujarnya, (20/04).
Dengan peningkatan klasifikasi tersebut, RSUD kini memiliki kewenangan dan kemampuan lebih luas dalam memberikan layanan kesehatan komprehensif. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam menjadi salah satu pilar utama yang terus diperkuat, disertai dengan kesiapan fasilitas perawatan intensif seperti ICU, PICU, dan NICU untuk menangani pasien dalam kondisi kritis, termasuk bayi dan anak-anak.
Tak berhenti pada layanan dasar, rumah sakit milik pemerintah daerah ini juga mulai mengarahkan pengembangan pada layanan unggulan berbasis spesialisasi. Fokus utama diarahkan pada penanganan penyakit jantung dan paru, dua jenis penyakit yang membutuhkan keahlian khusus serta dukungan teknologi medis yang memadai.
Langkah tersebut dinilai sebagai strategi penting untuk meningkatkan daya saing RSUD di tingkat regional, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat Madura terhadap rumah sakit besar di luar wilayahnya.
Seiring dengan penguatan layanan medis, RSUD juga melakukan pembenahan serius pada sistem pelayanan berbasis teknologi. Digitalisasi menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kepada pasien.
Rumah sakit kini mulai mengoptimalkan sistem antrean digital yang telah terintegrasi dengan aplikasi kesehatan nasional. Melalui sistem ini, pasien dapat melakukan pendaftaran secara daring serta mengatur jadwal pemeriksaan tanpa harus datang lebih awal dan menunggu dalam waktu lama.
“Dengan sistem ini, masyarakat bisa melakukan pendaftaran dan pengaturan jadwal pemeriksaan secara daring, sehingga waktu tunggu dapat ditekan dan pelayanan menjadi lebih efisien,” katanya.
Penerapan teknologi ini tidak hanya bertujuan mempercepat layanan, tetapi juga memastikan ketepatan dan akurasi dalam proses administrasi maupun tindakan medis. Efisiensi waktu tunggu diharapkan berdampak langsung pada kenyamanan pasien serta peningkatan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan daerah.
Selain itu, RSUD juga menaruh perhatian pada aspek inklusivitas layanan. Akses terhadap pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan terus diperluas, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh layanan tanpa terkendala prosedur administratif atau keterbatasan fasilitas.
Komitmen ini menunjukkan bahwa transformasi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas layanan, tetapi juga pada pemerataan akses kesehatan bagi masyarakat luas.
Dengan dukungan tenaga medis profesional, pemerintah daerah, serta kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep optimistis dapat mewujudkan target besarnya sebagai pusat rujukan utama di kawasan timur Madura.
“Harapannya, langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah sepanjang tahun 2026,” ucapnya. (Red/TH)












