SUMENEP, MASALEMBO.ID – Langkah serius RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dalam memperkuat dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kembali ditegaskan melalui percepatan transformasi digital yang menyasar seluruh aspek layanan.
Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas fisik, tetapi juga membangun sistem kerja modern yang lebih transparan, efisien, dan terukur demi menjawab kebutuhan masyarakat di era layanan serba cepat.
Seiring dengan peningkatan status menjadi rumah sakit tipe B, manajemen RSUD dr. H. Moh. Anwar langsung menggenjot pembenahan berbasis teknologi. Transformasi ini mencakup digitalisasi sistem pendaftaran pasien, pengelolaan antrean, hingga penerapan rekam medis elektronik yang telah terhubung secara langsung dengan platform nasional milik Kementerian Kesehatan, Satu Sehat.
Integrasi ini menjadi fondasi penting dalam membangun konsep Smart Hospital yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Transformasi digital tersebut dirancang untuk memperbaiki sejumlah persoalan klasik dalam layanan kesehatan, khususnya terkait antrean panjang, proses administrasi yang berbelit, serta keterlambatan akses data medis.
Melalui sistem baru yang lebih tertata, rumah sakit berupaya menghadirkan pengalaman pelayanan yang lebih ramah, cepat, dan akurat bagi masyarakat. Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar upaya mengikuti arah modernisasi, melainkan kebutuhan mendesak agar layanan kesehatan tetap relevan dan berkualitas di tengah perubahan pola hidup masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan pelayanan yang benar-benar mudah, cepat, dan akurat. Transformasi digital ini bukan sekadar tren, tetapi strategi menjawab kebutuhan zaman,” ujarnya (25/11).
Salah satu terobosan utama yang saat ini dirasakan langsung oleh pasien adalah sistem pendaftaran dan antrean online. Melalui layanan ini, masyarakat dapat menentukan jadwal kunjungan, memilih dokter, hingga mendapatkan nomor antrean secara daring sebelum datang ke rumah sakit. Mekanisme ini membuat proses pelayanan menjadi lebih terjadwal dan mengurangi potensi penumpukan pasien di ruang tunggu.
Menurut dr. Erliyati, penerapan sistem digital ini terbukti efektif memangkas waktu tunggu yang sebelumnya bisa mencapai lebih dari dua jam, terutama pada jam-jam pelayanan padat. Kini, antrean menjadi lebih tertib dan terkontrol, sehingga pasien tidak lagi harus menghabiskan waktu lama hanya untuk menunggu giliran pemeriksaan.
Selain memberikan kemudahan akses, digitalisasi juga berdampak besar pada peningkatan kualitas layanan medis. Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis aplikasi Meditrack memungkinkan seluruh data pasien tersimpan secara aman, sistematis, dan dapat diakses secara real time oleh tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan. Melalui sistem ini, dokter dapat dengan mudah menelusuri riwayat penyakit, hasil pemeriksaan, serta terapi yang pernah diberikan kepada pasien.
“Inovasi ini sangat mempercepat proses diagnosis serta koordinasi antarlayanan, sehingga keputusan medis dapat diambil lebih tepat,” ungkapnya.
Keunggulan RME tidak hanya terletak pada kecepatan akses data, tetapi juga pada peningkatan koordinasi lintas unit, mulai dari poliklinik, IGD, hingga ruang rawat inap. Setiap tindakan medis terdokumentasi dengan baik, sehingga memudahkan proses evaluasi, pengawasan, serta meningkatkan keselamatan pasien secara menyeluruh.
Transformasi layanan yang dijalankan secara konsisten ini mengantarkan RSUD dr. H. Moh. Anwar meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima. Predikat tersebut menjadi bukti konkret bahwa rumah sakit ini telah memenuhi standar tertinggi nasional dalam aspek mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan tata kelola manajemen rumah sakit.
Capaian tersebut sekaligus memperkokoh posisi RSUD Sumenep sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Madura Timur. Dengan dukungan teknologi dan sumber daya manusia yang terus diperkuat, RSUD Moh. Anwar semakin siap bersaing dengan rumah sakit modern lainnya di tingkat regional.
Meski mengedepankan teknologi, manajemen RSUD tetap menegaskan bahwa pendekatan humanis tidak akan pernah ditinggalkan. Digitalisasi justru dimanfaatkan untuk mengurangi beban administratif tenaga medis, sehingga mereka dapat lebih fokus pada pelayanan langsung dan peningkatan kualitas interaksi dengan pasien.
“Melalui sistem digital terpadu, setiap data pasien terkelola secara aman dan terintegrasi,” tegas Erliyati.
Ke depan, RSUD dr. H. Moh. Anwar memastikan transformasi digital akan terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi kesehatan. Komitmen ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, modern, dan berdaya saing tinggi bagi warga Sumenep dan sekitarnya. (Red/TH)












