POLEWALI, MASALEMBO.ID – Tim dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unibersitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penerapan Teknologi Tepat Guna Berbasis Limbah Kulit Udang sebagai Penyedap Rasa Alami dalam Mendukung Pencapaian SDGs di Wilayah Pesisir” pada Rabu (30/7/2026). Kegiatan ini berlokasi di Kelompok Istri Nelayan yang tergabung dalam kelompok rumput laut Lingkungan Mangaramba, Kelurahan Taka Tidung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Pelatihan diikuti 28 ibu rumah tangga (IRT) dari keluarga nelayan yang antusias mempelajari cara mengolah limbah kulit udang menjadi produk penyedap rasa alami bernilai ekonomi tinggi. Tim pengabdi terdiri atas Musafira, S.Si., M.Sc. selaku ketua tim, bersama Meryta F. Fatima, S.Si., M.Sc., dan Musrifah Tahar, S.Si., M.Si. sebagai anggota.
Dalam pelatihan tersebut, tim FMIPA Unsulbar memperkenalkan teknologi tepat guna berupa metode penyangraian sederhana yang memanfaatkan prinsip reaksi Maillard untuk menghasilkan cita rasa gurih alami dari kulit udang.
Metode ini dirancang praktis agar mudah diaplikasikan masyarakat pesisir tanpa peralatan khusus. Peserta mendapatkan pendampingan langsung, mulai dari pembersihan bahan, perendaman air jeruk nipis, penyangraian bersama bawang putih, penghalusan, pengayakan, hingga pengemasan produk.
“Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi akumulasi limbah organik hasil perikanan sekaligus menciptakan peluang usaha berbasis sumber daya lokal yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga nelayan,” ujar Ketua Tim Pelaksana, Musafira, S.Si., M.Sc.
Pelaksanaan program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Selain membuka wawasan baru mengenai potensi kulit udang yang kaya akan asam amino glutamat sebagai pembuat rasa gurih alami, warga berharap pelatihan serupa dapat hadir secara berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menjadi komitmen nyata akademisi FMIPA dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi ini berkontribusi langsung pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui pengelolaan limbah perikanan yang ramah lingkungan di wilayah pesisir. (ril/har)












