POLMAN, MASALEMBO.ID — Kebakaran rumah warga di Limboro Polewali Mandar pada Senin (3/8/2026) siang menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Insiden tragis yang melanda sebuah rumah panggung ini harus merenggut tiga nyawa sekaligus dari satu keluarga.
Suasana duka menyelimuti warga setempat usai peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 11.30 WITA tersebut. Berdasarkan data dari pihak kepolisian, ketiga korban meninggal dunia adalah pasutri Mursalim (77) dengan Hj Nurmala (80), serta Ibnu Nurhalim (17) yang merupakan cucu dari keduanya.
Keterangan saksi mata di lokasi kejadian, peristiwa kebakaran hebat bermula dari kepulan asap pekat membubung tinggi dari bagian belakang rumah korban. Saat itu korban Mursalim masih sempat terlihat duduk di depan rumah sebelum api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan beserta dua unit sepeda motor di dalamnya.
Melihat kobaran api yang kian mengganas dan mengetahui istri serta cucunya berada di dalam rumah, naluri pelindung seorang suami dan kakek seketika tergerak. Dengan penuh keberanian dan pengorbanan Mursalim nekat menerobos masuk ke dalam kepulan asap tebal demi menyelamatkan orang-orang terkasihnya.
“Beliau sempat masuk kembali ke dalam rumah untuk menyelamatkan istri dan cucunya,” ungkap salah seorang warga yang tak kuasa menahan tangis di lokasi kejadian.
Upaya pemadaman dilakukan warga dengan alat seadanya tak mampu menyelamatkan tiga korban, pun mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 WITA. Setelah berjibaku memadamkan api, petugas dan warga menemukan korban Hj Nurmala dan cucunya Ibnu Nurhalim di lantai atas dalam keadaan meninggal dunia.
Sementara Mursalim sempat ditemukan di dalam kamar mandi dalam keadaan hidup dan langsung dievakuasi darurat ke Puskesmas Limboro sebelum dirujuk ke RSUD Majene.
Berbagai upaya medis dilakukan namun takdir berkata lain, setelah sekitar 30 menit mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bakar serius dan terlalu banyak menghirup asap pekat, nyawa Mursalim tidak dapat tertolong.
Saat ini, ketiga jenazah telah disemayamkan di rumah keluarga di seberang tempat kejadian perkara (TKP) untuk persiapan prosesi pemakaman.
Pihak kepolisian dari Polres Polman dan Polsek Tinambung yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Tinambung AKP Ramli telah mendatangi lokasi, memasang garis polisi, serta berkoordinasi dengan Unit Inafis guna menyelidiki secara pasti penyebab di balik musibah kebakaran yang menelan korban jiwa dan kerugian materil ratusan juta rupiah.
Kapolsek Tinambung AKP Ramli membenarkan pada saat kebakaran dua orang korban Nurmala dan Ibnu Nurhalim sedang berada di dalam rumah. Sementara korban Mursalim yang berada di luar rumah hendak memberi pertolongan dan mengevakuasi istri dan cucu yang terjebak. Namun naas, saat ia masuk kedalam rumah, api sudah terlanjur membesar sehingga ia juga ikut terjebak.
“Tadi laporan dari Binmas, kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kebakaran,” ujar AKP Ramli dikonfirmasi usai kejadian.
Sementara, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Polman Imran mengatakan, untuk memadamkan api, pihaknya mengerahkan sebanyak tujuh unit mobil pemadam dan dibantu dua unit mobil damkar dari Kabupaten Majene.
Imran menyampaikan duka mendalam dan mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kebakaran mengigat saat ini sedang memasuki musim kemarau yang rawan terjadi bencana kebakaran. (Ant/har)













