Warga Polewali Khusyuk Minta Hujan: Sawah Kami Gagal Panen, Sumur Mengering

Avatar photo
Warga Polewali menggelar shalat dan doa bersama meminta turunnya hujan, Sabtu 5 September 2026. (Foto: ASRIANTO/masalembo.id)

POLEWALI, MASALEMBO.ID – Berbagai upaya dilakukan masyarakat menghadapi musim kemarau. Di kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat, warga Kelurahan Polewali menggelar shalat istisqa’ (minta hujan). Upaya ini dilakukan untuk memohon kepada sang pencipta meminta hujan karena musim kemarau yang berkepanjangan selama tiga bulan terakhir.

Kegiatan shalat istisqa berlangsung di Lapangan Gasppl Jalan Mangundang Kelurahan Polewali, Sabtu (5/9/2026) pagi pukul 08:00 Wita.

Shalat istisqa’ dipimpin Ustadz KH Muhammad Hidman Assyadsily dari Pambusuang Balanipa, dan yang bertindak sebagai khatib Askar dan diikuti oleh ratusan jemaah yang terdiri dari warga sekitar dan juga anak-anak dari pondok pesantren Wahdah Islamiyah, Babinkamtibmas Polewali AIPDA Hasrat, kepala lingkungan di wilayah kelurahan Polewali dan bahkan warga dari luar.

Baca Juga  Festival Budaya Ada’ Tuho, Kemeriahan yang Menyisakan Refleksi Pahit bagi Ulumanda

Jemaah terlihat kusyuk menjalankan shalat istisqa. Usai shalat, mereka melantunkan doa dan dzikir seraya bermunajat memohon kepada Allah SWT untuk diturunkan hujan.

Khatib Askari menjelaskan, Shalat Istisqa adalah ibadah sunnah dua rakaat yang dilakukan secara berjemaah di tanah lapang atau masjid untuk memohon hujan. Shalat saat terjadi kemarau panjang atau kekeringan. Pelaksanaan ibadah ini biasanya dianjurkan oleh pemerintah atau ulama setempat sebagai bentuk ikhtiar batin.

Baca Juga  Satgas TMMD Gelar Pelatihan Las, Dorong Kemandirian Pemuda

Askari mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah ikhtiar batin kepada sang pencipta memohon diturunkan hujan.

Ia mengajak seluruh jamaah memperbanyak doa dan istighfar agar Allah SWT menurunkan hujan serta keberkahan bagi daerah yang sedang dilanda kekeringan.

Sementara itu, panitia kegiatan yang juga staf kelurahan Polewali M Ilham mengatakan ini merupakan inisiatif sebagai wujud kepedulian pemerintah kelurahan Polewali ager kemarau yang berkepanjangan ini segera berlalu. Mereka berharap kemarau ini tak lagi berdampak terhadap lahan pertanian dan perkebunan warga yang sudah kering sehingga mengalami gagal panen dan tanaman mati.

Baca Juga  DKPP Sumenep Genjot Produktivitas Tanam Padi, Target 25 Ribu Hektare Diproyeksi Tercapai

Selain itu kata Ilham, masyarakat juga ada yang mengalami krisis air bersih karena banyak sumur warga yang kering dan tidak mengeluarkan air.

“Semoga dengan shalat istisqa ini Allah SWT menurunkan berkahnya yaitu hujan, agar lahan basah dan tidak kering lagi.

Dampak musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat membuat sawah petani mengalami kekeringan. Akibat kejadian ini, petani terancam gagal panen dan menderita kerugian hingga jutaan rupiah. (ant/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *