Sekolah Perempuan Diluncurkan di Desa Seppong, Perkuat Peran Kaum Hawa dalam Pembangunan

Avatar photo
Peluncuran Sekolah Perempuan di Desa Seppong, Kecamatan Tameroddo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Rabu, 13 Agustus 2026. (RAHMAYANI/masalembo.id)

MAJENE, MASALEMBO.ID —Institut KAPAL Perempuan berkolaborasi dengan Kartini Manakarra meluncurkan Sekolah Perempuan di Desa Seppong, Kecamatan Tameroddo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Rabu, 13 Agustus 2026.

Peluncuran ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan ruang belajar dan penguatan kapasitas bagi perempuan di Desa Seppong. Melalui Sekolah Perempuan, para peserta didorong untuk meningkatkan pengetahuan, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat keterlibatan perempuan dalam kehidupan sosial dan pembangunan desa.

Direktur Eksekutif Institut KAPAL Perempuan, Misiyah, dalam sambutannya mengatakan bahwa Sekolah Perempuan diharapkan menjadi ruang bagi perempuan untuk belajar dan membangun kekuatan bersama.

Baca Juga  Percepat Pemenuhan Indikator SPBE, Plt Kadisbun Sulbar Imbau Kolaborasi

Menurut Misiyah, perempuan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang penting dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Karena itu, perempuan perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan kapasitas dan menyampaikan aspirasi atas berbagai persoalan yang mereka hadapi.

“Sekolah Perempuan ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi perempuan, tempat untuk berbagi pengalaman, membangun keberanian, serta memperkuat posisi perempuan dalam kehidupan masyarakat,” ujar Misiyah.

Sementara itu, Direktur Kartini Manakarra, Dian Daniati, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Institut KAPAL Perempuan dan Kartini Manakarra merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pemberdayaan perempuan di tingkat desa.

Baca Juga  Pensiunan TNI Ditemukan Tinggal Tulang di Lingkungan Talumung, Majene

Dian mengatakan, keberadaan Sekolah Perempuan diharapkan dapat mendorong perempuan Desa Seppong untuk semakin aktif terlibat dalam berbagai proses pembangunan dan pengambilan keputusan di lingkungan masyarakat.

“Perempuan harus memiliki ruang untuk belajar, berdiskusi, menyampaikan pengalaman, dan menyusun langkah bersama. Dari proses tersebut diharapkan tumbuh perempuan-perempuan yang mampu menjadi penggerak perubahan di desanya,” kata Dian.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak agar program Sekolah Perempuan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Harlah ke-8 LBH Achmad Madani, Teguhkan Komitmen Akses Keadilan di Sumenep

Peluncuran Sekolah Perempuan di Desa Seppong menjadi momentum dimulainya proses pembelajaran dan pengorganisasian perempuan di tingkat desa. Program ini diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan perempuan, membangun solidaritas, serta membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa.

Kolaborasi Institut KAPAL Perempuan dan Kartini Manakarra tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peluncuran, tetapi terus berkembang menjadi proses belajar bersama yang mampu melahirkan perubahan positif dan memperkuat posisi perempuan di Desa Seppong. (rah/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *