Cegah Warga Terjebak Pinjol Ilegal, Anggota DPR RI Ratih Megasari Perkuat Literasi Keuangan

Avatar photo
Anggota Komisi X DPR RI, Ratih Megasari Singkarru saat hadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Asrianto/masalembo.id)

POLEWALI, MASALEMBO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Ratih Megasari Singkarru, bekerja sama dengan Bank BTN menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Polewali Mandar, Imam Efendi Singkarru, serta diikuti para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan masyarakat. Bimbingan teknis ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, yakni Erwin, dosen Program Studi Manajemen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), yang memberikan materi mengenai kewirausahaan dan literasi keuangan kepada para peserta.

Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kewirausahaan sekaligus memperkuat literasi keuangan di tengah pesatnya perkembangan digital.

Dalam sambutannya, Ratih Megasari Singkarru menegaskan pentingnya meningkatkan literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam praktik pinjaman online (pinjol) ilegal maupun judi online yang kini semakin marak.

Menurutnya, banyak pelaku UMKM skala rumahan yang membutuhkan tambahan modal usaha memilih jalan pintas melalui pinjaman online. Padahal, tidak sedikit pinjaman yang ditawarkan berasal dari penyelenggara ilegal yang tidak berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga  TRCPPA Indonesia Sebut Satgas PPKS UNIBA Madura Gagal Menjalankan Tugasnya

“Karena prosesnya cepat, banyak masyarakat akhirnya tergiur. Padahal mereka belum memahami risiko yang akan dihadapi, mulai dari bunga yang tinggi hingga potensi penyalahgunaan data pribadi,” ujar Ratih.

Legislator partai Nasdem tersebut menjelaskan, kelompok masyarakat yang paling rentan menjadi korban adalah mereka yang belum memiliki pemahaman memadai mengenai teknologi digital. Tawaran pinjaman yang masuk melalui SMS, WhatsApp maupun media sosial sering kali membuat masyarakat dengan mudah memberikan data pribadi tanpa mengetahui dampak yang akan ditimbulkan.

Ratih meminta agar materi literasi keuangan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut juga menitikberatkan pada pemahaman penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bijak.

Selain persoalan pinjaman online, Ratih juga menyoroti dampak judi online (Judol) yang dinilainya semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, praktik tersebut bukan hanya merugikan pelakunya secara ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi kesejahteraan seluruh anggota keluarga.

Baca Juga  Sekolah Disegel, 73 Murid Disabilitas di Majene Terancam Tak Dapat Belajar

Ia mengungkapkan, banyak masyarakat mengadu karena status desil kesejahteraan mereka berubah sehingga tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima bantuan sosial. Setelah ditelusuri, perubahan tersebut diduga dipengaruhi oleh adanya anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga yang terlibat pinjaman online maupun judi online sehingga dianggap memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik.

“Akibatnya, seluruh anggota keluarga dalam satu KK ikut terdampak. Ini menjadi persoalan yang harus dipahami masyarakat karena efeknya bisa sangat luas terhadap kesejahteraan keluarga,” kata anggota DPR RI dua periode itu.

Melalui kegiatan tersebut, Ratih berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengelola keuangan dengan baik, berhati-hati sebelum mengambil pinjaman, serta membiasakan berdiskusi bersama keluarga dalam menentukan solusi keuangan.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas pelaku UMKM juga menjadi fokus utama kegiatan tersebut. Menurutnya, UMKM merupakan salah satu penopang utama perekonomian daerah sehingga perlu terus didorong melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mengembangkan usaha.

Baca Juga  Stok Pangan Sulbar Aman hingga 6 Bulan, GPM Tetap Digelar Dukung Visi Maju dan Sejahtera

Ratih juga menyinggung upaya Garda Pemuda NasDem dalam merespons tingginya angka pengangguran di kalangan generasi muda. Salah satu program yang tengah disiapkan adalah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan swasta untuk menghadirkan kegiatan job fair sebagai wadah membuka peluang kerja bagi anak muda.

Menurutnya, isu lingkungan dan lapangan pekerjaan menjadi dua persoalan utama yang saat ini dihadapi generasi muda sehingga membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.

Terkait maraknya judi online, Ratih berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah semakin masif melakukan edukasi dan langkah pencegahan. Ia menilai judi online telah menjadi ancaman serius yang dapat merusak kondisi ekonomi keluarga, memicu persoalan sosial, hingga mengancam masa depan generasi muda.

“Pemerintah perlu menghadirkan lebih banyak ruang dan kegiatan positif bagi anak-anak muda agar mereka dapat mengembangkan potensi yang dimiliki, bukan justru terjerumus ke dalam praktik judi online. Edukasi dan mitigasi harus terus diperkuat agar persoalan ini tidak semakin meluas,” pungkasnya. (Ant/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *