Polisi Diminta Usut Penyerangan dan Pemukulan 2 Kader PMII Majene

Avatar photo
Aco Bakri (Ketua Biro Kepemerintahan dan Kebijakan Publik, Organisasi Gerakan, Kepemudaan, dan Perguruan Tinggi PMII Cabang Majene). (dok. Aco Bakri)

MAJENE, MASALEMBO.ID – Dua kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Majene menjadi korban penyerangan dan pemukulan oleh sekelompok orang tak dikenal saat sedang bekerja di wilayah Lembang, tepatnya warung makan Delamijos. Insiden pada Selasa (7/4/2026) malam tersebut diduga dipicu oleh pelaku yang berada dalam kondisi mabuk.

Menurut keterangan kedua korban bernama Amin dan Sumarlin, peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba ketika mereka tengah menjalankan aktivitas kerja. “Kami diserang oleh beberapa orang yang dalam keadaan mabuk tanpa alasan yang jelas,” ungkap salah satu korban.

Baca Juga  Uang Pungli Dana BOS Dipakai Judi Online, Oknum ASN di Majene Jadi Tersangka

Akibat kejadian tersebut, kedua kader PMII mengalami luka fisik dan trauma. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti identitas para pelaku maupun motif di balik penyerangan.

Menanggapi insiden ini, Aco Bakri selaku Ketua Biro Kepemerintahan dan Kebijakan Publik, Organisasi Gerakan, Kepemudaan, dan Perguruan Tinggi PMII Cabang Majene, mengecam keras tindakan kekerasan tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini tidak boleh dibiarkan dan harus ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum.

Baca Juga  Ini Kata Bupati AST Saat Ditanya Soal Penggajian

“Saya mengecam keras tindakan penyerangan dan pemukulan terhadap kader PMII. Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya jaminan keamanan bagi mahasiswa dan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, serta mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

Baca Juga  Tim SAR Hentikan Operasi Pencarian Nelayan di Majene, Korban Dinyatakan Hilang

Pihak kepolisian diharapkan segera mengambil langkah cepat dan tegas guna mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh serta memberikan rasa keadilan bagi para korban.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius di kalangan mahasiswa dan masyarakat Majene yang berharap adanya penegakan hukum yang adil dan transparan. (ril/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *