MATENG, MASALEMBO.ID – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah sukses menggelar upacara bendera peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Kantor Bupati dengan atmosfer yang penuh semangat muda, namun tetap khidmat.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” upacara ini bukan cuma sekadar seremonial baris-berbaris, tapi jadi ajang “pamer” komitmen toleransi yang dinilai penting ditanamkan kepada generasi muda terutama Gen Z untuk sebuah aksi nyata menjaga perdamaian di era digital.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Askary, S Sos M Si. Ia memimpin langsung jalannya prosesi yang dihadiri oleh para pemimpin daerah, ASN, TNI/Polri, tokoh masyarakat, pemuda, hingga barisan pelajar.
Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Refleksi Vibes Positif
Dalam amanatnya saat membacakan pidato resmi Pemerintah Republik Indonesia Wabup Askary menegaskan bahwa Harla Pancasila ini bukan sekadar annual routine atau rutinitas tahunan yang digugurkan kewajibannya. Momen 1 Juni ini harus menjadi refleksi mendalam agar spirit Pancasila tetap hidup dan menyala di setiap jiwa masyarakat termasuk warga Bumi Lalla Tassisara.
Askary menuturkan nilai-nilai luhur dalam lima sila terbukti ampuh menjadi filter sekaligus fondasi moral yang kokoh dalam menghadapi tantangan zaman. Mulai dari gempuran kemajuan teknologi, paparan hoaks di media sosial, hingga dinamika global yang makin tidak menentu.
Sebagai bangsa yang besar, kata dia, Indonesia dinilai punya peran aktif dalam menyebarkan positive vibes terkait perdamaian, persaudaraan, dan keadilan sosial di kancah internasional sesuai amanat UUD 1945.
“Nilai gotong royong dan persatuan dalam Pancasila itu adalah modal penting yang bisa ditawarkan ke dunia untuk mewujudkan stabilitas dan penyelesaian konflik. Kita mulai dari daerah kita sendiri, dari Mamuju Tengah untuk dunia,” tegas Askary.
Ajakan untuk Anak Muda
Wabup Mateng secara khusus memberikan highlight kepada generasi muda terutama Gen Z agar tidak menjadikan Pancasila sebagai hapalan atau tulisan di buku sejarah saja. Di era sekarang, kemajuan ekonomi dan teknologi yang super cepat harus berjalan beriringan dengan jati diri bangsa. Pemuda harus bisa menjaga jempol dan ketikan di media sosial agar tetap damai dan tidak memicu perpecahan.
Tak hanya untuk anak muda, pesan menohok juga diberikan kepada para pejabat publik yang hadir Askary berpesan agar setiap kebijakan, program kerja, dan pembangunan berlandaskan nilai Pancasila demi keadilan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Mamuju Tengah. (Irs/har)












