Sulbar Raih Penghargaan Provinsi Berhasil Tekan Angka Pengangguran

Avatar photo
Gubernur Suhardi Duka saat menerima penghargaan Anugerah Kemendagri di Hotel Claro Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Sulbar ditetapkan sebagai Provinsi Peringkat Pertama se-Wilayah Regional Sulawesi sebagai Provinsi yang berhasil menekan angka pengangguran. (Foto: KominfoSS Sulbar/Dian Afrianty)

KENDARI, MASALEMBO.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat meraih penghargaan sebagai juara pertama tingkat kawasan Sulawesi dalam upaya penurunan angka pengangguran.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut dan menyebut penghargaan itu sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak.

“Saya bersyukur, kami bisa mendapat anugerah juara satu untuk kawasan se-Provinsi Sulawesi dalam rangka upaya penurunan angka pengangguran,” kata Suhardi di Kendari, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, persoalan pengangguran merupakan tantangan mendasar yang dihadapi setiap daerah dan pemerintah. Karena itu, penghargaan yang diraih Sulbar menjadi bukti keberhasilan kerja sama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan dunia usaha dalam menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga  Dukung Sosialisasi Program Panca Daya, Dinas KominfoSS Sulbar Konsolidasi ke Seluruh Bidang

“Penghargaan ini adalah bukti kolaborasi dan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang melakukan berbagai inovasi bersama enam kabupaten di Sulawesi Barat, serta dukungan para pelaku usaha dalam membuka lapangan kerja,” ujar SDK.

Suhardi berharap, penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam menekan angka kemiskinan di daerah.

Ia mengungkapkan, angka kemiskinan di Sulawesi Barat saat ini berada di kisaran 3 persen dan telah berada di bawah angka kemiskinan nasional. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk menurunkannya lebih lanjut.

Baca Juga  Pemprov dan Unhas Jalin Kerjasama, Bangun Komitmen demi Kemajuan Daerah

“Anugerah ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja. Walaupun angka kemiskinan Sulawesi Barat saat ini sudah berada di bawah angka nasional, kami tetap harus berupaya lebih keras untuk menurunkan angka kemiskinan,” ujar Suhardi.

Selain itu, sambungnya, Pemprov Sulbar juga berfokus pada perlindungan angkatan kerja agar masyarakat dapat bekerja secara berkelanjutan tanpa mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kami berupaya melindungi angkatan kerja agar dapat bekerja dengan baik dan tidak terputus, sehingga tidak terjadi PHK.”

Suhardi Duka menegaskan, langkah dan kebijakan untuk menjaga stabilitas ketenagakerjaan harus dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah provinsi dan enam pemerintah kabupaten di Sulbar.

Baca Juga  Bupati Sumenep Hapus Denda PBB-P2, Warga Didorong Lunasi Tunggakan Sebelum Akhir 2025

“Saya kira ini adalah anugerah bagi rakyat Sulawesi Barat. Bukan untuk saya, tetapi untuk kita semua,” tuturnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) laki-laki dan perempuan di Provinsi Sulawesi Barat per November 2025 yakni 3,01 persen, kemudian per Januari 2026 turun menjadi 2,93 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan I-2026 tumbuh 5,33 persen (year-on-year), pesentase penduduk miskin terakhir tercatat 10,18 persen pada September 2025. (Ril/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *