MAJENE, MASALEMBO.ID — Pengabdian tidak selalu hadir di tempat yang mudah dijangkau. Bagi insan BRI, pelayanan kepada masyarakat adalah tentang bagaimana tetap hadir, bahkan ketika perjalanan harus melewati medan yang sulit dan jarak yang panjang.
Semangat tersebut tercermin dari aktivitas Mantri BRI Unit Tinambung, BRI BO Majene, dalam menjalankan tugas On The Spot (OTS) menjangkau masyarakat hingga ke pelosok wilayah kerja.
Secara geografis, BRI Unit Tinambung berada di wilayah Kabupaten Polewali Mandar, namun unit kerja tersebut berada dalam wilayah supervisi BRI Branch Office (BO) Majene. Dengan cakupan wilayah kerja yang meliputi 4 kecamatan dan 37 desa, pelayanan kepada masyarakat membutuhkan mobilitas tinggi serta kesiapan menghadapi berbagai kondisi medan.
Wilayah kerja terjauh terletak di Desa Puppuring Kecamatan Alu. Untuk Sampai kesana seorang Mantri BRI harus melalui jalan berbatu, medan yang terjal, jarak yang jauh, bahkan terkadang harus menerabas derasnya sungai untuk sampai ke lokasi tersebut
Pemimpin Cabang BRI Majene, Arif Wibowo, menyampaikan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari perjalanan insan BRI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Sepenggal kisah OTS bersama Mantri BRI. Jalan yang dilalui tidak selalu bersahabat. Kadang harus menerabas derasnya sungai yang berbatu, terik di bawah matahari. Namun semua itu sudah menjadi bagian dari keseharian yang dijalani dengan sabar,” ujar Arif Wibowo, Selasa (15/9/2026).
Di balik perjalanan panjang tersebut, tersimpan cerita masyarakat yang begitu beragam. Mantri BRI bertemu dengan para petani, peternak, pedagang, yang berjuang menjaga hasil panen, ternak dan dagangannya tetap stabil. Di tengah aktivitas masyarakat, ia mendengarkan berbagai kebutuhan, tantangan, serta harapan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Setiap cerita berbeda, tetapi memiliki satu benang merah: keinginan untuk hidup lebih baik. Tidak semua proses berjalan mudah. Keterbatasan jaringan, jarak antarpermukiman yang berjauhan, serta kondisi geografis menjadi tantangan yang harus dihadapi. Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang bagi BRI untuk terus mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Kehadiran Mantri BRI menjadi bukti nyata bahwa akses layanan perbankan tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat di perkotaan, tetapi juga bagi mereka yang berada jauh di pelosok daerah.
Melalui kunjungan langsung, BRI dapat lebih dekat dengan masyarakat, memahami kebutuhan mereka, sekaligus membangun hubungan dan kepercayaan yang menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan perbankan yang inklusif.
Ketika perjalanan kembali ditempuh, yang dibawa pulang bukan hanya data maupun transaksi. Lebih dari itu, ada cerita, senyum, dan kepercayaan masyarakat yang menjadi energi untuk terus melangkah.
Sebab, di balik profesi seorang Mantri BRI, ada peran besar dalam menjaga denyut perekonomian masyarakat di akar rumput agar terus bergerak dan tumbuh.
Dari jalan terjal hingga pelosok desa, BRI Unit Tinambung terus hadir.
Menembus jarak, mendekatkan layanan, dan menjemput harapan masyarakat. (ril)













