Tingkat Pengangguran di Sulbar Terendeh ke-3 di Indonesia

Avatar photo
Ilustrasi (net)

MAMUJU, MASALEMBO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data tingkat pengangguran terbuka Indonesia terbaru per Agustus 2025 yang menunjukkan angka nasional saat ini mencapai 4,85 persen, atau setara dengan sekitar 7,46 juta orang. Hasil tersebut mencerminkan situasi ketenagakerjaan yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah, terutama di kelompok usia muda.

Provinsi Sulawesi Barat menempati posisi ketiga terendah dalam daftar tingkat pengangguran nasional, dengan persentase hanya 2,86 persen atau sekitar 213 ribu orang. Prestasi ini menempatkan Sulbar di bawah Bali (1,49 persen) dan Papua Pegunungan (1,68 persen) sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran paling kecil di Indonesia pada periode tersebut.

Sebaliknya, Papua menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni 6,96 persen, disusul Papua Barat Daya (6,85 persen) serta Jawa Barat (6,77 persen). Ketimpangan ini menunjukkan masih adanya tantangan besar di beberapa wilayah, khususnya kawasan timur Indonesia.

Baca Juga  Dinsos Majene Razia 'Manusia Silver' Lampu Merah, Temukan Anak di Bawah Umur

BPS juga mencatat bahwa mayoritas pengangguran berasal dari kalangan usia muda, terutama 15–24 tahun, dengan tingkat pengangguran di kelompok ini mencapai 16,89 persen, jauh di atas rata-rata nasional. Kondisi ini menegaskan pentingnya perhatian pada pembangunan sektor ekonomi dan pendidikan bagi generasi muda di seluruh Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi Sulbar Masuk 5 Besar Nasional

Selain angka pengangguran, BPS juga merilis data pertumbuhan ekonomi nasional triwulan III tahun 2025. Dalam laporan tersebut, Maluku Utara menempati posisi pertama dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional, mencapai 39,10 persen.

Posisi kedua ditempati Sulawesi Tengah dengan pertumbuhan 7,79 persen, diikuti Kepulauan Riau (7,48 persen), Bali (5,88 persen), dan Sulawesi Barat di posisi kelima dengan pertumbuhan 5,83 persen.

Baca Juga  Peduli Lingkungan Hidupkan Wisata, Munajib Ucapkan Terima Kasih kepada PJ Bahtiar

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) menyambut capaian tersebut. Ia menegaskan pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, adil, dan berpihak kepada masyarakat.

“Saya mendesain pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Sulawesi Barat, yang juga ditopang oleh ekonomi riil masyarakat,” ujar Suhardi Duka.

SDK menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang sehat adalah yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Saya menghindari pertumbuhan ekonomi yang semu dan sesat, yang justru memperlebar kesenjangan di masyarakat. Untuk itu, ketika kita menerima pertumbuhan ekonomi, kita juga harus menerima sedikit inflasi akibat daya beli masyarakat yang meningkat,” jelasnya.

Menurut SDK, jika ekonomi tumbuh namun terjadi deflasi, maka hal tersebut perlu dikaji penyebabnya. “Ekonomi yang tumbuh dan deflasi harus dicari sebabnya. Mungkin pertumbuhan itu hanya terjadi di kalangan elite,” ujarnya.

Baca Juga  Guru, Pilar Utama Bangsa; Menyambut Hari Guru Nasional

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perekonomian Sulawesi Barat ditopang oleh sektor pertanian, perkebunan, perikanan, industri, UMKM, serta belanja pemerintah yang secara langsung memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini yang turut berpengaruh adalah program padat karya dan UMKM. Selain itu, harga komoditas seperti sawit, kakao, dan kopi juga cukup baik, sehingga pendapatan masyarakat meningkat dan belanja pun naik,” terang Suhardi.

SDK menilai, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat yang stabil dan berkualitas menjadi bukti bahwa arah pembangunan daerah berjalan di jalur yang tepat yakni memperkuat ekonomi rakyat dan mengurangi kesenjangan sosial.

Tabel data 10 provinsi dengan angka pengangguran terbuka tertinggi dan terendah per Agustus 2025.

PeringkatProvinsiPengangguran (%)Jumlah (ribu)Kategori
1Papua6,96520Tertinggi
2Papua Barat Daya6,85510Tertinggi
3Jawa Barat6,77505Tertinggi
4Maluku6,27467Tertinggi
5Kep. Riau6,45481Tertinggi
6DKI Jakarta6,05451Tertinggi
7Sulawesi Utara5,99447Tertinggi
8Aceh5,64421Tertinggi
9Sumatera Barat5,62419Tertinggi
10Banten6,69499Tertinggi
1Bali1,49111Terendah
2Papua Pegunungan1,68125Terendah
3Sulawesi Barat2,86213Terendah
4Sulawesi Tengah2,92218Terendah
5NTB3,06228Terendah
6NTT3,31247Terendah
7Sulawesi Tenggara3,31247Terendah
8Bengkulu3,41254Terendah
9Gorontalo3,42255Terendah
10DI Yogyakarta3,46258Terendah

Sumber: Badan Pusat Statistik. (Har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *