SUMENEP, MASALEMBO.ID – Dalam upaya menghidupkan semangat kebangsaan dan warisan intelektual Bung Karno, Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, secara resmi membuka Lomba Baca Puisi dan Pidato Gaya Bung Karno se-Madura. Acara ini digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, berlangsung dari tanggal 11 hingga 12 Juni 2025.
Kegiatan ini merupakan hasil inisiatif dari Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Sumenep, yang secara konsisten menyelenggarakannya setiap tahun di bulan Juni. Bulan ini dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, sosok proklamator yang dikenang karena kepiawaiannya dalam berorasi dan kecintaannya terhadap seni dan sastra.
Ketua PD IWO Sumenep, Imam Mustaim Ramli menyatakan bahwa lomba ini telah menjadi wadah yang efektif untuk mengasah bakat generasi muda dalam bidang seni sastra dan retorika. Menurutnya, antusiasme masyarakat dari empat kabupaten di Madura sangat tinggi terhadap agenda tahunan ini.
“Acara ini berhasil menjalin partisipasi kalangan muda, pelajar, mahasiswa dan umum se Madura. Alhamdulillah, event tahunan pemkab ini sudah ketiga kalinya diselenggarakan oleh IWO,” ujarnya Rabu 11/06.
Lebih lanjut, Imam Mustaim menyebutkan bahwa untuk lomba baca puisi karya Bung Karno, tercatat ada 87 peserta yang telah mendaftarkan diri dari seluruh penjuru Madura. Sementara itu, untuk lomba pidato dengan gaya khas Bung Karno yang akan digelar keesokan harinya (12 Juni 2025), telah terdaftar sebanyak 69 peserta.
Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Desa, Kecamatan, Puskesmas, hingga masyarakat umum.
“Sementara, untuk yang lomba Pidato gaya Bung Karno yang akan dilaksanakan besok (12 Juni 2025, red) dari OPD, Pemdes, Kecamatan, Puskesmas dan Umum, sebanyak 69 peserta,” imbuhnya.
Di tengah semangat yang menggelora, Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya lomba tersebut. Ia menyebut kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Bung Karno, tetapi juga sebagai ajang untuk mencetak para seniman dan budayawan muda yang akan membawa harum nama Madura di masa depan.
“Siapapun yang tampil nanti, semoga diberikan kelancaran dan kemudahan oleh Allah Swt,” tuturnya.
“Dengan demikian, kami buka lomba Baca Puisi dan Pidato Gaya Bung Karno se Madura, semoga bisa berjalan sesuai harapan,” tambahnya.
Adapun dewan juri yang ditunjuk dalam lomba ini terdiri dari para praktisi dan pengamat seni yang telah berpengalaman di bidangnya. Untuk lomba baca puisi, dewan juri terdiri dari Ibnu Hajar, Awaris Rofi, dan Iryanti. Sedangkan pada lomba pidato, juri yang ditunjuk adalah Ibnu Hajar, Awaris Rofi, dan Didik Nurhadi. Ketiganya dikenal memiliki integritas tinggi dalam bidang kesusastraan dan komunikasi publik.
Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya retorika kebangsaan dan ekspresi seni dalam membangun karakter serta memperkuat identitas nasional. Lomba ini juga menjadi bukti bahwa semangat Bung Karno masih terus menyala dalam sanubari rakyat, terutama di kalangan muda Madura.
Dengan antusiasme peserta dan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta komunitas wartawan, agenda tahunan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang edukasi budaya yang mampu menginspirasi lebih luas. Sebuah langkah konkret dalam menjaga dan meneruskan semangat juang Bung Karno melalui panggung-panggung seni (Red/TH).












