SDK: Visi Kami Sejalan dengan Kejati Sulbar

Avatar photo
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), saat menghadiri malam ramah tamah sekaligus lepas sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulbar, Kamis, 24 Juli 2026. (Foto: Dinas Komdigi Sulbar)

MAMUJU, MASALEMBO.ID“Visi kami sejalan dengan Kejati Sulbar dalam membangun daerah,” ujar Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), saat menghadiri malam ramah tamah sekaligus lepas sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulbar, Kamis, 24 Juli 2026.

Acara tersebut menandai pergantian jabatan Kajati Sulbar dari Andi Darmawangsa, yang kini menjabat sebagai Direktur Upaya Hukum Luar Biasa Eksekusi (UHE) dan Eksaminasi Jampidsus di Kejaksaan Agung RI, kepada Sukarman Sumarinton selaku Kajati yang baru.

“Kami bersama Pak Andi Darmawangsa selama 5 bulan 4 hari, waktu singkat namun visi kami sejalan dalam membangun Sulawesi Barat,” kata Suhardi Duka dalam sambutannya.

Baca Juga  PJR Ditlantas Polda Sulbar Gagalkan Penyelundupan Pupuk Subsidi di Mamuju

Dalam kesempatan itu, Suhardi Duka menegaskan pentingnya peran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar dalam penegakan hukum dan sebagai pengacara pemerintah yang membantu memperkuat tata kelola daerah.

“Sinergi antara pemerintah dan Kejaksaan Sulbar menjadi modal utama dalam mendorong pembangunan di wilayah yang terdiri dari enam kabupaten dengan luas wilayah yang signifikan,” ungkap Suhardi Duka.

Ia juga menjelaskan bahwa perekonomian Sulbar sangat bergantung pada sektor pertanian, khususnya perkebunan dan perikanan, yang menyumbang 46 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Pemprov Sulbar tengah mengupayakan diversifikasi sektor ekonomi untuk mencapai keseimbangan PDRB, termasuk melalui hilirisasi hasil pertanian dan perkebunan.

Baca Juga  Debut Manis Tim Takbir Sakti, Langsung Podium III di Sampang

“Kami ikut menopang ekspor Indonesia khususnya CPO, kemudian kakao. Kami penghasil keempat kakao di Indonesia yang hampir seluruh hasilnya tidak dikonsumsi di Sulbar, tapi diekspor ke berbagai negara,” ujar Suhardi Duka.

Sulbar, kata dia, juga menjadi lokasi penting dalam program transmigrasi pemerintah, dengan keberagaman suku dan budaya seperti Mandar, Bugis, Toraja, Jawa, Bali, Sunda, dan Lombok yang hidup berdampingan secara harmonis.

“Namun demikian, toleransi antar umat beragama sangat baik, toleransi antarsuku juga sangat baik, dengan demikian gesekan-gesekan dan hal-hal seperti itu jarang kita temukan di Sulbar ini,” pungkasnya.

Meski memiliki potensi besar, Suhardi Duka mengakui Sulbar masih menghadapi tantangan kemiskinan yang relatif tinggi, sekitar 10 persen. Namun begitu, tingkat pengangguran terbuka di daerah ini justru lebih rendah dari rata-rata nasional, hanya sekitar 2 persen. Ia juga menyebut Sulbar kaya akan potensi tambang, termasuk tanah jarang yang strategis, dan akan dikelola secara bijak demi masa depan.

Baca Juga  Bappeda Kabupaten Sumenep Bangun Spirit Baru Pascalebaran Lewat Tradisi Halal Bihalal

Gubernur SDK menutup sambutannya dengan menyampaikan filosofi khas masyarakat Mamuju sebagai ungkapan penyambutan.

“Punna’ muinum do uwai tabarna to Mamuju, to Mamuju do too artinya kalau bapak sudah minum air putihnya orang Mamuju, berarti bapak sudah orang Mamuju,” tutur Suhardi Duka. (ril/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *