RSUDMA Perkuat SDM untuk Hadirkan Pelayanan Berkualitas

Avatar photo
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep dr. Erliyati (Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep terus mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kerja sama lintas profesi. Upaya tersebut menjadi bagian penting dari strategi rumah sakit dalam menjawab tuntutan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin cepat, aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Sebagai salah satu fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Sumenep, RSUDMA tidak hanya dituntut memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Kualitas tenaga kesehatan juga menjadi unsur utama yang menentukan keberhasilan pelayanan. Kompetensi, ketepatan mengambil keputusan, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap pasien menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari standar pelayanan rumah sakit.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa pengembangan kualitas SDM menjadi perhatian yang terus dilakukan. Menurutnya, perkembangan dunia kesehatan berlangsung sangat cepat sehingga tenaga medis maupun tenaga kesehatan harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.

“SDM adalah kekuatan utama rumah sakit. Karena itu kami terus berinvestasi pada peningkatan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, serta berbagai program pengembangan profesional agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas dan sesuai standar,” ujarnya (18/08).

Baca Juga  IMM Majene Minta Evaluasi Serius Pendidikan di SPN Polda Sulbar 

Penguatan kompetensi tersebut dilakukan melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, serta berbagai bentuk pengembangan profesional. Langkah ini diarahkan agar kemampuan tenaga kesehatan RSUDMA dapat mengikuti perkembangan ilmu kedokteran, teknologi kesehatan, serta kebutuhan pelayanan yang terus berkembang.

Tidak kalah penting, peningkatan kemampuan individu juga diimbangi dengan penguatan kerja sama antarprofesi. Pelayanan pasien di rumah sakit pada dasarnya membutuhkan keterlibatan banyak unsur dengan kompetensi yang berbeda. Dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, tenaga penunjang medis, hingga unsur lainnya memiliki peran yang saling berkaitan.

Pola kolaborasi tersebut diterapkan dalam berbagai tahapan pelayanan. Mulai dari pemeriksaan awal, penentuan diagnosis, tindakan medis, pemberian obat, pemantauan kondisi pasien, sampai perawatan lanjutan membutuhkan koordinasi yang baik. Dengan komunikasi dan pembagian tugas yang jelas, pelayanan diharapkan berjalan lebih terarah serta meminimalkan potensi kesalahan dalam penanganan.

Erliyati menilai kolaborasi lintas profesi merupakan salah satu kunci untuk membangun sistem pelayanan yang efektif. Setiap tenaga kesehatan harus memahami batas kewenangan sekaligus mampu bekerja bersama untuk mencapai tujuan utama, yakni memberikan penanganan terbaik kepada pasien.

Baca Juga  Mahasiswa dan Dosen Harus Berperan Aktif Sukseskan Hilirisasi, Ini Tiga Tipsnya!

“Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya diukur dari keberhasilan tindakan medis, tetapi juga dari kemampuan rumah sakit menghadirkan rasa aman, nyaman, dan membangun kepercayaan masyarakat,” katanya.

Orientasi terhadap pasien juga menjadi perhatian dalam pengembangan pelayanan RSUDMA. Kompetensi teknis yang tinggi dinilai perlu berjalan beriringan dengan sikap humanis. Pasien dan keluarga tidak hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga membutuhkan informasi yang jelas, komunikasi yang baik, serta perlakuan yang ramah dan penuh empati.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena pengalaman pasien selama berada di rumah sakit turut menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan kesehatan. Karena itu, seluruh unsur pelayanan didorong untuk menempatkan kebutuhan, keselamatan, kenyamanan, dan hak pasien sebagai bagian utama dalam menjalankan tugas.

RSUDMA juga terus mengoptimalkan modernisasi sarana dan prasarana medis. Kehadiran peralatan serta teknologi kesehatan yang semakin berkembang diarahkan untuk mendukung tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan secara lebih cepat, tepat, efektif, dan akurat.

Baca Juga  Oknum Guru Madrasah di Polman Diduga Cabuli Siswa

Modernisasi fasilitas tanpa peningkatan kualitas SDM, kata lain, tidak akan memberikan hasil maksimal. Teknologi tetap membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengoperasikan, memahami, dan memanfaatkannya sesuai ketentuan. Karena itu, pengembangan SDM dan pembaruan fasilitas menjadi dua aspek yang saling melengkapi.

Penguatan kompetensi dan kolaborasi juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapan RSUDMA dalam menghadapi kebutuhan pelayanan masyarakat yang semakin kompleks. Rumah sakit harus mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi kesehatan, perubahan kebutuhan pasien, serta tuntutan terhadap standar keselamatan dan mutu pelayanan.

Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya RSUDMA membangun kepercayaan publik. Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak cukup hanya ditunjukkan melalui fasilitas modern, tetapi harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan yang cepat, tepat, aman, komunikatif, dan manusiawi.

“Kami ingin setiap pasien merasakan pelayanan yang tidak hanya tepat secara medis, tetapi juga humanis, ramah dan penuh empati. Kepuasan serta keselamatan pasien akan selalu menjadi prioritas dalam setiap pelayanan yang kami berikan,” tandasnya. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *