Ratusan Nelayan Mendatangi Kapal Survei Seismik 3D PT KEI, Desak Segera Angkat Kaki Dari Palau Kangean

Avatar photo
Ratusan nelayan Pulau Kangean saat melakukan aksi demontrasi di laut dengan mendatangi kapal survei seismik 3D PT KEI (Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Ratusan nelayan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep menggelar aksi demontrasi di lautan Rabu (12/11), dengan mendatangi kapal survei seismik 3D PT Kangean Energy (KEI), yang tetap ngotot beroperasi meskipun gelombang penolakan masyarakat selama ini terus menguat.

Aksi demontrasi ini merupakan kesekian kalinya semenjak aktivitas survei seismik 3D dilakukan oleh PT KEI. Dan menjadi rangkaian upaya warga Pulau Kangean menolak aktivitas pertambangan migas.

Menurut Kordinator aksi Ahmad Yani mengatakan, aktivitas migas di Pulau Kangean tidak ada manfaat sama sekali bagi masyarakat dan hanya akan menimbulkan kerusakan ekosistem laut dan mengancam ruang hidup nelayan yang berdampak langsung bagi masyarakat pesisir.

Baca Juga  Sulbar Berbenah, Pemprov Evaluasi Kelas Rumah Sakit untuk Pelayanan Lebih Baik

“Hari ini,Masyarakat Nelayan Kepulauan Kangean mengadakan demonstrasi laut besar-besaran untuk menolak rencana tambang migas di multizona Pulau Kangean barat,” tegasnya (12/11).

Selain itu keberadaan aktivitas survei seismik 3D yang menjadi rangkaian dari upaya perluas eksplorasi migas PT KEI, di barat laut Kangean menimbulkan dampak sosial dan mengganggu harmonisasi kehidupan masyarakat Pulau Kangean.

“Aksi ini bentuk protes terhadap dampak sosial yang telah menimbulkan keresahan dan kekacauan yang baru-baru ini terus terjadi dan mengganggu ruang hidup masyarakat nelayan di kepulauan kangean,” ujarnya.

Baca Juga  Komisi Informasi Sumenep Diminta Tegas Kawal Keterbukaan Publik

Untuk itu masyarakat Pulau Kangean mendesak, PT KEI agar segera angkat kaki dan menghentikan seluruh aktivitas industri migas yang selama ini telah berlangsung. Dalam orasinya di atas kapal Aliansi Nelayan Kepulauan Kangean menyampaikan tujuh tuntutan utama. Di antaranya, meminta pemerintah untuk menghentikan seluruh rencana tambang migas di laut dan darat Kangean.

Kemudian, melindungi hak-hak masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Baca Juga  RSUDMA Sumenep Tingkatkan Layanan Diagnostik dengan Penambahan CT Scan

Mereka juga mendesak Syahbandar Kangean agar tidak memberikan izin berlabuh bagi kapal survei seismik 3D di perairan setempat. Selain itu, perusahaan yang terlibat dalam aktivitas migas diminta bertanggung jawab atas kekisruhan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu nelayan turut menyerukan agar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo segera menginstruksikan penghentian total kegiatan survei seismik di perairan Kangean. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *