SUMENEP, MASALEMBO.ID – Untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan laut, Founder & CEO Stemsell United Limited Seaweed Island Singapura, Mr. Philip Gu, melakukan kunjungan ke Kabupaten Sumenep. Dalam kunjungan ini, ia memperkenalkan konsep blue economy sebagai solusi inovatif untuk pengelolaan sektor kelautan.
Tidak hanya berbicara soal konsep, Mr. Philip Gu juga menyatakan keseriusannya untuk berinvestasi besar-besaran di sektor kelautan Sumenep. Ia mengungkapkan rencana penanaman modal hingga $1 miliar atau sekitar Rp16,35 triliun untuk mengembangkan potensi kelautan dan perikanan di kawasan tersebut. “Dengan investasi ini, diharapkan nilai jual hasil laut lokal seperti lobster, teripang, dan rumput laut dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Menurut Mr. Philip, konsep blue economy memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan kekayaan laut Sumenep. Bahkan, ia menyebutkan bahwa pengelolaan sektor kelautan dengan pendekatan ini dapat menghasilkan keuntungan hingga $4 miliar atau setara Rp65,4 triliun. Ia mencontohkan, pada area seluas 800 hektar untuk budidaya lobster, potensi keuntungan tahunan dapat mencapai $2 miliar atau Rp32,7 triliun.
Untuk merealisasikan rencana ambisius ini, ia menegaskan perlunya dukungan berbagai aspek, seperti investasi, teknologi, segmentasi pasar, dan tenaga ahli. “Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada pengelolaan yang dilakukan oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya,” katanya. Senin 20/01/2025
Selain keuntungan ekonomi, proyek ini juga diproyeksikan menciptakan sekitar 30 ribu lapangan kerja bagi masyarakat Sumenep.
“Sebagian tenaga kerja akan ditempatkan di laut untuk kegiatan budidaya, sedangkan lainnya bekerja di darat, seperti transportasi dan pengolahan hasil laut,” jelas Mr. Philip.
Namun, ia juga meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menyediakan regulasi yang jelas, keamanan, tenaga kerja berkualitas, serta fasilitas penyimpanan hasil laut seperti Sea Bank. Ia menekankan bahwa masyarakat lokal akan menjadi prioritas utama dalam proyek ini.
“Industri ini milik orang Sumenep. Kami hanya bertindak sebagai mitra,” tegasnya.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut positif inisiatif yang digagas oleh Mr. Philip Gu dan Balad Grup. Ia meyakini kolaborasi ini dapat memaksimalkan potensi kelautan yang dimiliki Sumenep.
Meski begitu, Fauzi menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat lokal harus menjadi prioritas dalam proyek tersebut. Selain itu, ia mengingatkan para investor untuk menjaga ekosistem kelautan agar keberlanjutan proyek tetap terjaga.
“Kami ingin ini menjadi kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan, baik bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujarnya.
Dengan konsep blue economy, Sumenep berpeluang menjadi salah satu pusat pengelolaan kelautan berkelanjutan di Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, diharapkan dapat merealisasikan visi besar ini, sekaligus memperkuat perekonomian lokal dan menjaga ekosistem laut untuk generasi mendatang. (TH)












