NEW YORK, MASALEMBO.ID- Imam besar Islamic Center of New York, Muhammad Shamsi Ali, yang berasal dari Indonesia, terlihat membacakan Surah Al-Fatihah bersama calon wali kota New York, Zohran Mamdani, beberapa jam sebelum pemilihan digelar pada Selasa (4/11/2025).
Momen tersebut mencuri perhatian publik internasional, terutama masyarakat Indonesia, karena memperlihatkan sentuhan nilai spiritual dari seorang tokoh muslim asal Sulawesi Selatan dalam dinamika politik kota terbesar di Amerika Serikat itu.
Dalam video yang beredar, Shamsi Ali memimpin doa singkat bersama Mamdani dengan suasana tenang dan penuh kekhidmatan. Ia menyampaikan bahwa Surah Al-Fatihah dibacakan sebagai bentuk permohonan petunjuk dan keberkahan kepada Allah dalam menghadapi momen penentuan.
“Alfatihah adalah doa untuk mengingatkan jika segalanya ada di tangan Allah,” ucap Shamsi dikutip Antara, Rabu (5/11). Ia menambahkan, setiap dukungan masyarakat memiliki peran penting. “Setiap suara sangat berarti di momen yang sangat, sangat krusial ini,” katanya.
Muhammad Shamsi Ali lahir di Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada 5 Oktober 1967. Setelah menyelesaikan SD di Desa Lembanna, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan, oleh orang tuanya ia dimasukkan ke Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul-Arqam Makassar. Setelah tamat dari pesantren 1987, Syamsi Ali mengabdikan diri sebagai staf pengajar di almamaternya hingga akhir 1988. Ia mendapat tawaran beasiswa dari Rabithah Alam Islami untuk melanjutkan studi ke Universitas Islam Internasional, Islamabad, Pakistan.
Jenjang S1 dalam bidang Tafsir diselesaikan tahun 1992 dan dilanjutkan pada universitas yang sama dan menyelesaikan jenjang S2 dalam bidang Perbandingan Agama pada tahun 1994. Selama studi S2 di Pakistan, Syamsi Ali juga bekerja sebagai staf pengajar pada sekolah Saudi Red Crescent Society di Islamabad. Dari sekolah itulah kemudian mendapat tawaran untuk mengajar pada The Islamic Education Foundation, Jeddah, Arab Saudi pada awal tahun 1995.
Pada musim haji tahun 1996, Syamsi Ali mendapat amanah untuk berceramah di Konsulat Jenderal RI Jeddah di Arab Saudi. Dari sanalah bertemu dengan beberapa jamaah haji luar negeri, termasuk Dubes RI untuk PBB, yang sekaligus menawarkan kepadanya untuk datang ke New York, Amerika Serikat. Tawaran ini kemudian diterima Syamsi Ali dan ia pindah ke New York pada awal tahun 1997.
Shamsi Ali dikenal aktif dalam dialog lintas agama, serta menjadi penghubung komunikasi antara komunitas Muslim dan pemerintah setempat. Selain itu, ia mendirikan dan memimpin Nusantara Foundation, sebuah organisasi yang berfokus pada pendidikan, kemanusiaan, serta pembangunan pesantren pertama di Amerika Serikat.
Sementara itu, Zohran Mamdani dinyatakan unggul versi hitung cepat dalam pemilihan umum wali kota New York. Ia berhasil mengalahkan mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, yang maju melalui jalur independen, serta Curtis Sliwa dari Partai Republik. Kemenangan Mamdani mengejutkan sejumlah analis politik, mengingat ia dikenal sebagai figur progresif yang kerap membawa isu minoritas dan keadilan sosial dalam kampanyenya.
Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukan sekadar tentang jabatan politik, tetapi tentang cita-cita membangun kota yang lebih manusiawi.
Kota ini, kata Mamdani, akan menjadi tempat dari banyak harapan. Ia menyebut bahwa New York harus menjadi cahaya yang menerangi kondisi sosial-politik Amerika Serikat yang kini tengah menghadapi polarisasi dan ketegangan. “Kota ini akan menjadi cahaya di tengah kegelapan yang menyelimuti Amerika Serikat,” ujarnya dalam pidato kemenangan versi hitung sementara.
Momen kebersamaan antara Shamsi Ali dan Mamdani menjadi simbol kuat hubungan antara komunitas muslim dan ruang demokrasi di negara tersebut. Bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Sulawesi Selatan, hal ini menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat peran seorang putra daerah mampu memberi warna dalam panggung global. (har)











