MAJENE, MASALEMBO.ID — Upaya pencarian terhadap Muh Rifai (32), nelayan yang dilaporkan terjatuh dari kapalnya di perairan Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, belum membuahkan hasil hingga memasuki hari kedua pencarian, Jumat (30/01/2026).
Tim SAR Gabungan yang telah menyisir area seluas 32 Nautical Mile (Nm) terpaksa menghentikan sementara operasi pada pukul 18.00 WITA karena keterbatasan jarak pandang, dan akan melanjutkannya esok pagi.
Sejak pukul 07.00 WITA, tim gabungan yang terdiri dari Rescuer Unit Siaga SAR Majene, TNI AL, Polsek Tubo Sendana, BPBD, hingga relawan Mapala Unsulbar telah membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Meski cuaca dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin yang relatif bersahabat, keberadaan korban belum juga terdeteksi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju, Mammud Afandi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengendurkan intensitas pencarian.
“Kami berkomitmen untuk memaksimalkan seluruh alutsista yang ada, mulai dari RIB hingga perahu karet, demi menemukan korban. Fokus kami adalah memperluas area pemantauan visual dengan tetap mengedepankan keselamatan personel di lapangan,” ujar Mahmud dalam keterangannya.
Mahmud mengatakan, untuk mendukung operasi ini, sejumlah sarana dikerahkan, di antaranya 1 unit RIB 01 (Rigid Inflatable Boat), 1 unit perahu karet, D-Max Box Compartement, peralatan navigasi, komunikasi, dan medis lengkap.
Operasi SAR dijadwalkan akan kembali dimulai pada Sabtu (31/01/2026) pukul 07.00 WITA dengan memperhitungkan arah arus dan kecepatan angin yang bergerak dari tenggara ke barat laut. (ril/har)












