SUMENEP, MASALEMBO.ID – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno yang jatuh setiap bulan Juni, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak masyarakat Madura untuk terlibat aktif dalam kegiatan budaya yang sarat nilai nasionalisme. Kegiatan tersebut adalah Lomba Baca Puisi karya Bung Karno dan Lomba Pidato ala Bung Karno yang akan digelar pada tanggal 11 hingga 12 Juni 2025 mendatang, bertempat di Pendopo Keraton Sumenep.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno. Seperti diketahui, bulan Juni diperingati sebagai bulan kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang merupakan tokoh sentral dalam sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa.
Lomba yang diselenggarakan oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep ini terbuka untuk seluruh masyarakat Madura tanpa batas usia atau latar belakang. Dengan dua kategori lomba yang ditawarkan—pembacaan puisi karya Bung Karno dan pidato dengan gaya khas Bung Karno—acara ini diharapkan dapat menggugah kembali semangat kebangsaan di kalangan generasi muda maupun tua.
“Bulan Juni adalah bulan istimewa. Mari kita kenang dan resapi perjuangan Bung Karno dengan semangat yang sama melalui puisi dan pidato,” kata Bupati Fauzi, Senin (26/05/2025).
Menurut Bupati Fauzi, selain menjadi ajang kompetisi, lomba ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran untuk menggali nilai-nilai kebangsaan dan perjuangan yang telah diwariskan oleh Bung Karno. Melalui ekspresi seni dan sastra, masyarakat diajak untuk memahami lebih dalam mengenai karakter dan pemikiran sang Proklamator.
“Bung Karno tidak hanya dikenang sebagai proklamator, tetapi juga sebagai pemikir dan seniman kata. Ini yang ingin kita hidupkan kembali,” ujarnya lebih lanjut.
Panitia pelaksana lomba menetapkan masa pendaftaran sejak 10 Mei hingga 9 Juni 2025. Penilaian akan dilakukan oleh juri yang terdiri dari para budayawan dan jurnalis, yang diharapkan dapat memberikan evaluasi objektif dan berkualitas terhadap peserta lomba. Penyelenggara juga berupaya menjadikan kegiatan ini sebagai panggung bagi kreativitas warga Madura dalam mengekspresikan rasa cinta tanah air.
Pemilihan Pendopo Keraton Sumenep sebagai lokasi pelaksanaan lomba bukan tanpa alasan. Tempat ini dipandang memiliki nilai historis yang mendalam dan cocok untuk memperkuat suasana nasionalisme yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut. Kombinasi antara nilai sejarah, budaya, dan semangat kebangsaan menjadi latar yang ideal untuk pelaksanaan acara.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Madura untuk ikut ambil bagian, karena melalui kata-kata, semangat Bung Karno bisa terus menyala,” tutup Bupati Fauzi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Madura dapat meresapi kembali warisan intelektual dan semangat perjuangan Bung Karno. Bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh besar bangsa, tetapi juga sebagai sarana untuk membumikan kembali nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, peringatan Bulan Bung Karno di Sumenep tahun ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali api semangat nasionalisme melalui puisi dan pidato. Kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa perjuangan bangsa tidak berhenti di medan tempur, tetapi bisa terus dinyalakan melalui kekuatan kata-kata yang menyentuh dan menggugah. (Red/TH)













