MAJENE, MASALEMBO.ID – Pertandingan sepakbola antar desa di lapangan sepakbola Tasinara, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, ricuh pada Senin (21/7/2025) sore. Video kericuhan yang menampilkan aksi kejar-kejaran dan saling pukul antar penonton tersebar luas di media sosial dan menjadi viral.
Camat Malunda, Muslimin, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman antar penonton. “Ini murni kesalahpahaman antar penonton, bukan masalah yang melibatkan para pemain,” kata Muslimin.
Sementara itu, panitia penyelenggara sepak bola mengklarifikasi bahwa gesekan yang terjadi adalah antar penonton, bukan pemain yang sedang bertanding. Situasi telah berhasil didamaikan oleh pihak panitia pelaksana (panpel) bersama tim keamanan setempat.
Pertandingan dalam rangka memperingati HUT RI tanggal 17 Agustus 2025 ini dimulai dengan suasana meriah. Ratusan penonton dari kedua desa hadir untuk mendukung tim masing-masing. Namun, kesalahpahaman antar penonton yang awalnya berupa perdebatan verbal meningkat menjadi konflik fisik.
Video yang beredar menunjukkan beberapa penonton terlibat aksi kejar-kejaran dan saling pukul di area lapangan. Meski para pemain tidak terlibat langsung dalam konflik, suasana pertandingan menjadi terganggu akibat kericuhan ini.
Viral di Media Sosial
Rekaman kejadian yang berlangsung dalam hitungan menit tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial facebook. Video pertama kali diunggah akun Facebook Muh Fadly Ashar. Video menampilkan adegan ricuh baik saat kejar-kejaran maupun aksi saling pukul antar penonton.
Warganet pun ramai memperbincangkan kejadian ini dengan berbagai tanggapan. Sebagian menyayangkan insiden yang terjadi di tengah pertandingan olahraga yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi.
Penanganan dan Perdamaian
Berdasarkan keterangan panitia penyelenggara melalui Camat Malunda, Muslimin, situasi telah berhasil didamaikan lewat upaya mediasi yang dilakukan pihak panpel dan tim keamanan. Konflik antar penonton berhasil diredam dan diselesaikan di lokasi kejadian.
Camat Muslimin menekankan bahwa kejadian ini tidak melibatkan masalah struktural yang lebih dalam, melainkan murni akibat kesalahpahaman sesaat.
“Alhamdulillah situasi sudah kondusif dan sudah didamaikan, pertandingan tetap dilanjutkan,” tambahnya.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga sportivitas dan pengendalian emosi dalam pertandingan olahraga. Pertandingan yang seharusnya menjadi sarana mempererat hubungan antar desa sempat ternoda akibat kesalahpahaman antar penonton.
Ke depan, diharapkan penyelenggaraan pertandingan serupa dapat dilengkapi dengan pengawasan yang lebih ketat dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga sportivitas kepada seluruh penonton. (Har/red)












