BPRS Bhakti Sumekar Didorong Percepat Digitalisasi

Avatar photo
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim (Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong perubahan besar dalam sektor keuangan, termasuk di daerah. Pemerintah Kabupaten Sumenep menaruh harapan besar dan mendorong BPRS Bhakti Sumekar agar mampu menjawab tantangan tersebut dengan mempercepat digitalisasi sebagai langkah adaptif dan inovatif, tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah yang menjadi dasar operasionalnya.

Di era digital seperti saat ini, transformasi bukan lagi sekadar tuntutan tambahan, melainkan kebutuhan utama. Pola hidup masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi membuat lembaga keuangan harus bergerak cepat mengikuti arus perubahan. BPRS Bhakti Sumekar pun didorong untuk terus menghadirkan layanan berbasis digital guna menjawab kebutuhan tersebut.

Pemerintah daerah melihat bahwa digitalisasi layanan keuangan memiliki dampak luas, terutama dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Dengan teknologi, keterbatasan geografis bukan lagi menjadi hambatan utama. Masyarakat di wilayah terpencil kini memiliki peluang yang sama untuk menikmati layanan keuangan yang aman dan mudah.

Baca Juga  Nakes Sumenep Tembus Arab Saudi Lewat Jalur Resmi

“BPRS Bhakti Sumekar menghadapi tantangan yang semakin kompleks, seiring perkembangan teknologi membawa banyak peluang,” kata Wakil Bupati (Wabup) Sumenep KH. imam Hasyim di sela-sela Talkshow, di Pendopo Agung Keraton, (14/04).

Kemajuan teknologi tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang besar bagi lembaga keuangan untuk berkembang lebih luas. Oleh karena itu, inovasi menjadi kunci penting dalam menjaga eksistensi sekaligus meningkatkan daya saing.

Sebagai bank milik pemerintah daerah, BPRS Bhakti Sumekar memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong inklusi keuangan. Digitalisasi menjadi salah satu strategi utama untuk menjangkau masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan.

Dengan layanan yang lebih mudah diakses, masyarakat diharapkan semakin terbiasa menggunakan sistem keuangan formal. Namun, di balik kemudahan tersebut, aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa perlindungan terhadap nasabah tidak boleh diabaikan.

Sistem keamanan yang kuat, transparansi dalam layanan, serta akuntabilitas menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah strategis yang tidak bisa dipisahkan dari digitalisasi.

Baca Juga  Pemkab Sumenep Dinobatkan Sebagai Pengelola Kepegawaian Terbaik oleh BKN

Pemahaman yang baik tentang penggunaan layanan digital akan membantu masyarakat menghindari berbagai risiko, termasuk potensi kejahatan siber yang semakin marak. Dengan literasi keuangan yang meningkat, masyarakat dapat memanfaatkan layanan secara optimal dan bertanggung jawab.

“Seluruh pihak, khususnya BPR Syariah hendaknya meningkatkan sistem keamanan, transparansi serta akuntabilitas dalam setiap layanan, demi memberikan kepercayaan dan keamanan bagi masyarakat dalam bertransaksi keuangan,” terangnya.

Komitmen terhadap perlindungan nasabah juga diwujudkan melalui kegiatan edukatif, salah satunya dengan penyelenggaraan talkshow yang membahas peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya jaminan keamanan dana yang disimpan di lembaga keuangan.

Melalui forum tersebut, masyarakat diharapkan semakin percaya terhadap sistem perbankan, khususnya yang berbasis syariah. Kepercayaan ini menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, karena semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam sistem keuangan formal.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Distribusi BBM untuk Jaga Ketersediaan di Jeneponto

Seiring meningkatnya literasi keuangan, peran masyarakat juga diharapkan berkembang. Tidak hanya sebagai pengguna layanan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang sehat. Keterlibatan aktif masyarakat akan memperkuat fondasi ekonomi daerah dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Kami ingin BPRS Bhakti Sumekar berkembang pesat sebagai lembaga keuangan yang modern, inklusif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai syariah, serta berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumenep,” pungkas Wabup KH. Imam Hasyim.

Dengan langkah-langkah strategis yang terus dilakukan, BPRS Bhakti Sumekar diharapkan mampu menjadi pelopor transformasi digital di sektor keuangan daerah. Perpaduan antara inovasi, keamanan, dan nilai syariah diyakini akan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dinamika era digital yang terus berkembang. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *