POLEWALI, MASALEMBO.ID – Dampak musim kemarau panjang di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, semakin memprihatinkan. Berbagai wilayah yang dilanda krisis air bersih dilaporkan kian meluas hingga mencakup delapan kecamatan. Guna meringankan beban masyarakat yang makin terdesak kebutuhan dasar sehari-hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengambil langkah tanggap darurat dengan melipatgandakan kuota distribusi air bersih gratis menjadi dua kali lipat dibanding alokasi sebelumnya.
Kondisi kritis ini terlihat jelas di Lingkungan Tinggas-Tinggas dan Pa’giling, Kelurahan Tinambung. Ketika armada mobil tangki milik BPBD tiba di lokasi penampungan, antusiasme ratusan warga menyambut kedatangan bantuan tersebut tidak terelakkan.
Pemandangan antrean panjang langsung mengular dalam sekejap. Tanpa membuang waktu, warga berbondong-bondong membawa berbagai wadah penampungan yang mereka miliki, mulai dari galon, ember, baskom, hingga jeriken, demi mengamankan pasokan air bersih untuk keluarga masing-masing.
Bantuan armada tangki air ini menjadi angin segar sekaligus penolong utama di tengah keringnya sumber air warga. Sebelum adanya bantuan rutin dari pemerintah daerah, masyarakat di kawasan tersebut terpaksa menempuh cara-cara ekstrem untuk bertahan hidup. Demi mendapatkan air yang layak, mereka harus berjalan kaki atau berkendara menempuh jarak jauh antara satu hingga 10 kilometer menuju sungai atau desa tetangga.
Sebagian warga lainnya yang memiliki kemampuan finansial terbatas terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air galon isi ulang dari depot demi memenuhi kebutuhan minum.
Pasokan air bersih yang disalurkan hari ini rencananya akan ditampung di tempat penyimpanan masing-masing rumah tangga untuk keperluan vital seperti memasak dan konsumsi selama beberapa hari ke depan. Kepala BPBD Polman, Andi Candra, menegaskan bahwa seluruh armada bantuan air yang diterjunkan ke titik-titik krisis disalurkan secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya sepeser pun.
“Bantuan air bersih ini kami berikan secara gratis kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan distribusi air bersih ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam menangani krisis air bersih di musim kemarau,” ujar Andi Candra saat mengonfirmasi langkah penanganan darurat kekeringan tersebut, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan data penanganan bencana terkini dari BPBD Polewali Mandar, cakupan wilayah krisis air bersih tercatat mengalami peningkatan signifikan. Pada awal musim kemarau, permintaan bantuan air bersih resmi hanya datang dari dua wilayah, yakni Kecamatan Binuang dan Kecamatan Mapilli. Namun seiring kemarau yang terus memanjang tanpa kepastian turunnya hujan, daftar wilayah terdampak meluas secara agresif hingga mencakup Kecamatan Wonomulyo, Campalagian, Matakali, Balanipa, Limboro, dan Tinambung.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan air secara intensif selama masa tanggap kekeringan masih berlangsung di wilayah Polewali Mandar. (ant/red)













