SUMENEP, MASALEMBO.ID – Terobosan baru di sektor pelayanan kesehatan kembali ditunjukkan oleh RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Rumah sakit milik pemerintah daerah itu kini menghadirkan layanan pengantaran obat langsung ke rumah pasien, sebuah inovasi yang dinilai mampu memangkas antrean sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Kebijakan ini menjadi jawaban atas keluhan klasik pasien yang selama ini harus menunggu lama di instalasi farmasi usai dinyatakan boleh pulang oleh dokter. Kini, proses tersebut dipangkas. Pasien tidak lagi diwajibkan menunggu obat selesai disiapkan, melainkan dapat langsung kembali ke rumah, sementara obat akan dikirim menyusul.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien. Menurutnya, efisiensi waktu menjadi salah satu poin penting yang ingin dicapai melalui program tersebut.
“Pasien yang telah dinyatakan sembuh oleh dokter dan dapat pulang ke rumahnya, bisa langsung pulang tanpa harus menunggu keluarnya obat,” terangnya (18/04).
Ia menjelaskan, mekanisme pengantaran obat dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga, yakni jasa pengiriman paket. Setelah obat disiapkan oleh instalasi farmasi, selanjutnya akan diserahkan kepada kurir untuk dikirimkan ke alamat pasien yang telah diverifikasi sebelumnya.
“Kami akan bekerja sama dengan pihak ketiga yakni jasa paket untuk mengantarkan obat pasien sampai ke alamat yang dituju,” ucapnya.
Inovasi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan pasien, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas pelayanan di rumah sakit. Dengan berkurangnya antrean di bagian farmasi, tenaga kesehatan dapat lebih fokus dalam melayani pasien lain, sehingga alur pelayanan menjadi lebih cepat dan tertata.
Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi manajemen rumah sakit dalam mengurai kepadatan layanan, khususnya pada jam-jam sibuk. Selama ini, instalasi farmasi kerap menjadi titik penumpukan pasien setelah proses pemeriksaan selesai. Dengan sistem baru ini, potensi penumpukan dapat ditekan secara signifikan.
Lebih jauh, program pengantaran obat ini juga menjadi bagian dari komitmen RSUD Sumenep dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah. Rumah sakit tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga berupaya menghadirkan pengalaman layanan yang humanis dan efisien bagi masyarakat.
“Inovasi ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung bupati dan wakil bupati Sumenep sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal dan sepenuh hati,” tegasnya.
Dalam implementasinya, pihak rumah sakit memastikan bahwa seluruh proses distribusi obat dilakukan secara cermat dan terkontrol. Mulai dari jenis obat, dosis, hingga ketepatan alamat penerima menjadi perhatian utama agar tidak terjadi kesalahan dalam pengiriman.
Selain itu, evaluasi berkala akan terus dilakukan guna memastikan program ini berjalan optimal. Masukan dari masyarakat juga akan menjadi bahan pertimbangan untuk penyempurnaan layanan ke depan.
Kehadiran layanan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menghemat waktu dan tenaga pasien. Tidak hanya itu, pasien juga dapat beristirahat lebih cepat di rumah tanpa harus menunggu lama di lingkungan rumah sakit.
“Semoga masyarakat semakin terbantu dengan layanan ini dan dapat menerima obat tepat waktu tanpa harus kembali ke rumah sakit,” pungkasnya. (red/TH)












